FOKUS: #PPKM

Dampak Positif Covid-19, Industri Alkes Makin Moncer

KBRN,Surakarta: Peluang industri alat kesehatan (Alkes) sangat menjanjikan meskipun kasus Covid-19 terus mereda. Hal itu terlihat dari tumbuhnya industri alkes dari 150 produsen menjadi 700 produsen.

Sekretaris Jendral Perkumpulan Organisasi Perusahaan alat Kesehatan dan Laboratorium GAKESLAB Randy H Teguh mengatakan, data Kementerian Kesehatan jumlah industri alkes meningkat tajam setelah dua tahun pandemi Covid-19. 

"Tumbuh menjadi 700 produsen jika dibanding sebelum Pandemi hanya sekitar 150 Produsen," kata Sekretaris Jendral Perkumpulan Organisasi Perusahaan alat Kesehatan dan Laboratorium GAKESLAB , Randy H Teguh usai Talkshow kesehatan di Hotel Allila Solo, Kamis (18/8/2022).

Dia mengatakan, meningkatnya industri alkes itu menunjukkan market menyerap salah satunya produsen alat pelindung diri APD seperti di Indonesia saat pandemi hanya ada 6 produsen sekarang jumlahnya sudah mencapai 200 produsen.

“Jadi industri alkes memang untuk market nasional meskipun produsennya ada di lokal Solo. Bahkan beberapa produk alkes yang kalau diproduksi untuk market Indonesia juga masih kurang karena marketnya kecil," bebernya.

Di Kota Bengawan lanjut Randy ada produsen kesehatan yang berkwalitas yakni produsen cairan desinfektan dan sarana produksi. Sayangnya produsen lokal masih terkendala mengakses market nasional. Solusinya industri alkes lokal di dorong masuk dalam pengadaan e – catalog.

"Sehingga industri alkes lokal di daerah berkesempatan dapat market besar secara nasional."

Asisten Deputi Kementerian Koordinasi Maritim dan investasi Bimo Wijayanto menambahkan prospek ke depan semakin lama neraca kesehatan tanah air makin bagus. Menurutnya penciptaan market dari risiko penyakit yang ada di Indonesia sedang mengalami dua beban yakni penyakit degeneratif dan menular.

“Kita menghadapi di dua sisi itu maka supplay alkes juga menjadi prospek,selain itu insentif yang dilakukan memang nasional ketika membuka e catalog sebenarnya market nasional.di solo ada pemain UMKM alkes cukup signifikan," jelasnya.

Adapun anggota GAKESLAB ada 1100 di seluruh Indonesia. Khusus produsen ada 100 anggota dan 80 persennya justru dari IKM dan UMKM.

"Jumlahnya memang kecil karena investasi untuk membuat pabrik alkes maksimal 100 milyar. Dari data di LKPPdan kemenkes dari sekitar 400 pemilik produk alkes 80 persen sudayh masuk e catalog," sambung Bimo. Fatimah

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar