FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Pelaku Seni Didapuk Jadi Duta Germas Kota Solo

KBRN, Surakarta: Penderita penyakit tidak menular di Kota Solo disebut terus meningkat. Secara tidak langsung kondisi ini membuat beban negara untuk kesehatan masyarakat menjadi meningkat. Oleh karena itu perlunya kampanye gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). 

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Keluarga, Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan dr. Tutik Asmi saat membuka Kampanye Germas bagi Pelaku Seni di Hotel The Royal Heritage Solo Rabu (6/7/2022) pagi. 

Tutik menyebut, penyakit tidak menular tersebut seperti hipertensi, diabetes, jantung hingga stroke yang mengakibatkan kelumpuhan. Kian hari penderita penyakit ini terus meningkat dan mengurangi produktivitas. Penyakit tersebut lanjutnya disebabkan oleh polah hidup yang salah dan sebetulnya dapat dicegah sejak dini. 

Dinas Kesehatan memandang penting pelaku seni memiliki peran penting dan strategis dalam mengkampanyekan germas melalui pesan dari konten, pertunjukan ataupun panggung hiburan.

"Kalau orang jawa itu biasanya getok tular lebih manjur. Bahkan lebih percaya apa yang dikatakan teman daripada petugas kesehatan. Saya sakit darah tinggi minum ini kok jos pasti langsung dipraktekkan. Jadi dengan ini kami mengharapkan peran dari bapak ibu ) pelaku seni) semuanya di dalam upaya menularkan Germas ini," jelasnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Sub Koordinator Promosi Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat DKK Solo, Riyani Wahyu Utami mengatakan, kampanye Germas melalui media seni tradisional cukup efektif. 

Lanjutnya, media tradisional memiliki potensi yang besar dalam komunikasi persuasif komunikasi tatap muka dan umpan balik yang segera. Di samping itu media tradisional dapat membawa pesan-pesan modern akrab dengan masalah khalayak.

"Media tradisional itu memiliki komunitas tersendiri, kaya akan variasi, menggunakan bahasa lokal, fleksibel memiliki kemampuan untuk mengulangi pesan yang di bawanya. Kemudian bersifat menghibur dan disenangi baik pria ataupun wanita dari berbagai kelompok umur. Jadi dalam hal ini kami menilai efektivitas dari media tradisional oleh bapak ibu para pelaku seni yang nanti akan membawakan pesan-pesan kesehatan gerakan masyarakat hidup sehat di Kota Surakarta," jelasnya.

"Terlebih lagi pertimbangan kami adalah kredibilitas para pelaku seni dalam media tradisional lebih besar. Karena ia mempertunjukkan kebolehan orang-orang setempat dalam hal ini adalah warga masyarakat kota Surakarta dan membawa pesan-pesan lokal," imbuhnya.

Riyani Wahyu menambahkan, pesan-pesan kesehatan dengan bahasa kerakyatan dinilai lebih mengena dibandingkan melalui media mainstream ataupun film. 

Adapun 50 pelaku seni yang dihadirkan dalam kampanye Germas ini didapuk menjadi duta Germas melalui seni yang diperankan. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar