Tak Perlu Divaksin Sapi Kurban Bisa Disembelih Saat Idul Adha, Fatma MUI PMK Gejala Ringan Sah untuk Kurban

Petugas Kesehatan Hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dispangtan Surakarta memeriksa sapi di pusat penjualan hewan kurban milik MTA di Mojosongo. Dok RRI

KBRN, Surakarta: Hewan kurban yang akan dipotong saat hari raya Idul Adha tidak harus divaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Bahkan hewan yang terindikasi PMK dengan gejala ringan sesuai fatwa MUI boleh dipotong dengan syarat ketentuan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkot Surakarta Evy Wulandari disela pengecekan kesehatan hewan ternak jelang Hari Raya Kurban di Mojosongo, Senin (4/7/2022).

Evy mengatakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta mengutamakan seluruh ternak yang akan dipotong saat perayaan Idul Adha dalam kondisi sehat. Namun merujuk Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 terkait hewan terkena terjangkit PMK namun dengan gejala yang ringan masih boleh disembelih dan korban dianggap sah. 

"PMK gejala ringan dalam hal ini, hewan tersebut masih mau makan-minum juga masih bisa jalan," jelas Evy.

Namun sebaliknya jika ternak dengan PMK gejala berat seperti tidak bisa berjalan kuku kaki lepas dan seterusnya maka hewan tersebut tidak sah untuk dijadikan hewan kurban. 

"Artinya jika bergejala ringan masih layak disembelih dengan catatan dilokasi penyembelihan ternak bergela ringan itu bagian kepala, ekor, dan jeroannya harus direbus minimal 30 menit," jelas Evy 

Lebih lanjut Evy menjelaskan, sapi yang akan dipotong tidak harus mendapatkan suntikan vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Hal ini disampaikan untuk memberikan penjelasan di masyarakat dan menghilangkan kekhawatiran perihal ternak belum tervaksinasi tidak bisa dijadikan kurban. 

"Vaksinasi itu tidak hanya yang untuk hewan kurban saja. Prioritasnya untuk hewan ternak yang dipelihara dengan tujuan budidaya. Untuk hewan potong atau hewan kurban meskipun tidak divaksin tetap bisa disembelih selama hewan tersebut sehat. Jadi jangan ada pemikiran kalau hewan belum divaksin tidak boleh dijadikan hewan potong. Intinya kalau sehat boleh dipotong," papar dia. 

Di kesempatan yang sama, salah seorang pedagang hewan kurban, Maryo mengatakan wabah PMK membuat pedagang tidak berani mengeluarkan banyak ternak untuk dijual saat Idul Adha. Penyakit ternak tersebut membuat pedagang khawatir oleh sebab itu mereka hanya berani memasok hewan ternak dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Kalau sapinya full disini bisa 120-125 ekor sapi, ini lebih sedikit. Kalau kambing biasanya 400-500 ekor, ini hanya 300 ekor kambing. Ya memang menurun," tutup dia.

Sementara itu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta menyiapkan 60 pengawas kesehatan ternak jelang Hari Raya Kurban pada 10 Juli mendatang. 

Sejak saat ini hingga hari penyembelihan mendatang para pengawas bakal makin inten untuk berkeliling sembari mengecek kesehatan hewan kurban baik yang ada di perternakan maupun di lokasi jual beli hewan kurban yang tersebat di berbagai titik di kota bengawan. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar