Bagikan 1.000 Telur, Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Solo Sosialisasi Tentang Stunting

Bagikan 1.000 Telur, Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Solo Sosialisasi Tentang Stunting.

KBRN, Surakarta: Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Solo turun ke jalan untuk mengedukasi tentang masalah stunting kepada masyarakat. Kegiatan ini dalam rangka Bulan Bakti Istri Dokter selama satu bulan dengan tema "Ikatan Istri Dokter Mendukung Program Prioritas Nasional Pemerintah Cegah Stunting".

Ketua IIDI cabang Solo, Nining Himawati Reviono saat dikonfirmasi RRI pada gelaran CFD menyampaikan terdapat 5 sub tema yang diangkat dalam bulan bakti tahun 2022 ini. Yakni tentang kesehatan reproduksi, edukasi calon pengantin, pemeriksaan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif dan makanan tambahan, serta memantau tumbuh kembang anak.

"Ada lima subtema yang diangkat kali ini, yang pertama yaitu tentang ayo remaja sehatkan reproduksi kemudian yang kedua calon pengantin untuk mendownload aplikasi Elsimil, kemudian yang ketiga ibu hamil rajin atau rutin minimal 6 kali periksa ke bidan, dan yang keempat adalah pemberian ASI exclusif selama 6 bulan dan dilanjutkan 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan, yang terakhir adalah memantau tumbuh kembang anak," terangnya, Minggu (3/7/2022).

Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada remaja, ibu-ibu yang mempunyai putra putri balita, dan ibu-ibu yang saat ini sedang menyusui.

Nining mengatakan perlunya mempersiapkan remaja yang sehat fisik dan organ reproduksinya. Sehingga dengan pemberian makanan yang bergizi, diharapkan akan mencegah anemia atau kekurangan darah bagi calon pengantin baru.

"Bagi remaja putri dan remaja-remaja yang laki-laki itu nanti kan itu yang sebagai mencetak generasi selanjutnya. Kalau remajanya sudah sehat, mereka menikah dengan kualitas yang bagus, SDM yang bagus, tentunya nanti juga akan melahirkan generasi-generasi yang kuat," jelasnya.

Ketua IIDI Cabang Solo ini mengaku selalu memberikan pendampingan kepada pengantin baru. Seperti melakukan sosialisasi ke sekolah, kelurahan, KUA, Puskesmas, serta penyuluh lapangan KB.

"Ini kita akan sosialisasi ke sekolahan kemudian ke kelurahan, terus kemudian ke KUA ya yang apa ke Puskesmas itu juga. Nanti kita bekerja sama dengan ini Mas apa penyuluh lapangan KB," katanya.

Direncanakan akan dilanjutkan dengan sosialisasi ke orang muda Katolik, Pondok Pesantren Darul Quran, SMA 6 Surakarta, dan posyandu Melati binaan IIDI cabang Solo di kelurahan Mojo.

"Berkampanye kampanye terus nanti untuk minggu kedua kita nanti akan kampanye memberikan edukasi ke kaum-kaum muda komunitas anak-anak muda kemudian ke posyandu juga," jelasnya.

Sementara, Salah satu pengunjung CFD Surakarta, Ari Priyono mengapresiasi kegiatan istri dokter yang mau turun ke jalan untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting. Pria asal Sumber ini mengaku baru pertama kali mengetahui masalah stunting pada anak. Sebab stunting diakuinya masih awam bagi kebanyakan orang. 

"Saya apresiasi banget ya istri-istri dokter mau sosialisasi masalah ini. Karena masalah kayak gini mungkin masih awam bagi kita-kita yang nggak tahu ya. Belum pernah sih Belum pernah dengar stunting itu aja kita baru denger ini juga," ungkapnya.

Dirinya meminta agar sosialisasi pencegahan stunting pada anak lebih digencarkan lagi. Sehingga dapat meminimalisir kasus stunting di Kota Surakarta.

"Jadinya ini mungkin sangat membantu kita yang selalu biasanya untuk anak kita ngasih makan ala kadarnya, tapi ini karena ada sosialisasi seperti ini kita tahu untuk pentingnya gizi seperti apa untuk anak," ungkapnya.

Pada kegiatan Bulan Bakti Istri Dokter ini, IIDI cabang Solo membagikan 1.000 telur kepada anak-anak selama satu bulan. Kegiatan itu sebagai visualisasi tentang 1000 hari pertama kehidupan anak. Selain itu, telur merupakan sumber gizi dan protein yang murah, terjangkau, dan bagus untuk tumbuh kembang anak. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar