FOKUS: #TANGGAP BENCANA

494 Balita di Solo Terdeteksi Stunting

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota Solo menargetkan pada tahun ini zero stunting. Namun demikian data dari Pemkot menyebutkan bahwa angka stunting di Kota Bengawan masih ratusan jiwa. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Solo, Purwanti mendorong Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Solo dengan menargetkan Solo Zero Stunting tahun ini. 

"Termasuk di Kota Solo program penurunan angka stunting terus di kejar bekerjasama dengan seluruh elemen," kata Purwanti Selasa (28/6/2022).

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar acara Rembug Stunting sebagai tindak lanjut Rembug Stunting Tingkat Kota Solo dengan Lurah dan Camat se Kota Solo di Kecamatan Pasarkliwon. Pasalnya berdasarkan penimbangan serentak pada bulan Februari 2022 menyisakan sebanyak 494 balita di Solo terdeteksi stunting.

"Penyebab stunting itu seperti faktor ekonomi, lingkungan, sosial juga kurangnya akses dari layanan tidak memiliki PKH, tidak mendapatkan PMT, JKN dan RTLH," beber Purwanti. 

Purwanti menekankan kepada Lurah dan Camat se Kota Solo untuk bekerjasama dengan Tim Pendamping keluarga. Kemudian  memastikan terkait intervensi sampai tingkat keluarga yang dikatagorikan rawan atau risiko stunting. 

Intervensi yang dilakukan untuk penurunan stunting mulai remaja putri, mengonsumsi tablet tambah darah, calon pengantin usia subur menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi dari keluarga berisiko dengan pola hidup bersih sehat.

“Adapun fungsi dari Tim Pendamping Keluarga fungsinya mendampingi keluarga dari hulu itu melakukan deteksi dini dari keluarga beresiko stunting. Mulai dari calon pengantin, Ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan punya balita dan balita dengan melakukan edukasi juga memastikan keluarga berisiko stunting merupakan sasaran penerima bantuan sosial," jelas Purwanti.

Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa usai memberikan arahan sekaligus membuka Rembug Percepatan Stunting Se kota Solo mengatakan percepatan penurunan stunting ini terus digencarkan. Meski ini baru tahap sosialisasi dengan rembug kota, rembug kecamatan dan nantinya tingkat kelurahan yakni dua arah.

“Dua arah itu mereka paparan, membuat solusi solusi mana yang belum ada solusi di buatkan, frim penanganan stunting , juga penanganan gizi buruk, rumah tidak layak huni yang menyebabkan stunting diselesaikan agar tidak ada stunting atau menuju kota layak anak,” ujar walikota Solo Teguh Prakosa.

Dalam rembug penurunan angka stunting di warnai dengan pemberian tali asih kepada warga kecamatan Pasarkliwon berupa vitamin, susu dan pemberian makanan tambahan. Fatimah

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar