FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Usia SKKH Maksimal 2 Hari, Panitia Kurban Datangkan Hewan Minimal H-1 Disembelih

KBRN, Surakarta: Hari Raya Idul Adha semakin dekat, namun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini sudah menyebar di mana-mana. Padahal hewan kurban yang disembelih di Kota Solo mayoritas didatangkan dari luar kota.

Kabid veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dispangtan Solo Agus Sasmita mengatakan, sebagai antisipasi kesehatan veteriner setiap hewan kurban yang akan dipotong wajib memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) yang dikeluarkan dokter hewan.

"Kita sosialisasi kepada panitia kurban kalau mendatangkan sapi dari peternak yang sapinya sehat. Terus sebelum dikirim ke Solo minta surat SKKH dari dr hewan daerah asal. Kalau sehat bisa dikeluarkan SKKH," katanya Jumat (17/6/2022).

Kemudian lanjut Agus Sasmita, ketika hewan kurban sampai di lokasi harus menghubungi petugas dinas agar bisa di cek ulang. Kemudian pihaknya meminta agar mereka mendatangkan hewan kurban H-1 pagi atau siang agar bisa diperiksa. 

"Kalau sakit bisa minta diganti, ditukar atau dikembalikan ke pedagang. Jangan seperti biasa hari H motong subuh baru datang sapinya," tandas dia.

Agus mengaku, juga koordinasi dengan daerah lain untuk bisa mengeluarkan SKKH melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hewan dibawa ke Solo. Karena hewan kurban di Solo mayoritas dari luar kota, maka harus kerjasama dengan daerah penyokong.

"Lama SKKH waktunya dua hari atau 48 jam. Bisa tiga hari tapi kami minta SKKH itu di Solo H-1, atau hanya dua hari saja, atau saat hari tasyrik," terangnya.

Dispangtan menerjunkan puluhan petugas yang disebarkan di lima kecamatan. Mereka akan mengawasi jual beli hewan dan juga pemotongan hewan kurban.

"Tim pengawas kecamatan sudah terbentuk, akan menyisir semua pedagang. Kami mencari menyisir tempat yang jual korban kita cari info dulu. Tim kerja minggu depan sudah mulai kerja." MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar