Tangani PMK, Ribuan Vaksin Mulai Didistribusikan Ke Jawa Tengah

KBRN, Klaten:Kasus PMK di Kabupaten Klaten umumnya   di Jawa Tengah menjadi perhatian serius  para wakil rakyat khususnya Komisi IV DPRRI, dengan melakukan kunjungan kerja di Klaten Kamis (16/6/2022).

Sejumlah anggota komisi IV yang dipimpin wakil ketua Komisi empat Anggia Erma Rini itu ingin mengetahui upaya penanganan PMK  dan penganggarannya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRRI Anggia Erma Rini kepada wartawan mengatakan, Kasus PMK sudah semakin meluas  terutama di Pulau Jawa. Di pulau jawa Khusunya di Jawa Tengah kasus PMK sudah terjadi di 35 Kabupaten Kota.

Ia mengatakan kasus PMK sekarang ini merupakan kejadian luar biasa yang tidak diprediksikan sebelumnya dan perlu adanya penganggaran dari pemerintah daerah.

“Ini kan kejadian luar biasa yang tidak terprediksikan ini perlua adanya penanganan pembiayaan. Ini tadi menjadi diskusi yang bagus. Sebenarnya sudah ada surat edaran dari menteri dalam negeri untuk mempersilahkan Pimpinan Daerah untuk menangani kasus PMK dengan pengangggaran melalui penganggaran sendiri,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRRI Anggia Erma Rini kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Klaten.

Ia berharap, pemerintah pusat untuk segera mensosialisasikan SE tersebut agar pemipinan daerah dapat mengetahuinya.

Disinggung tentang vaksin PMK, kembali ia mengatakan sudah mulai dilakukan pendistribusian vaksinasi  termasuk di jawa tengah.

“Nanti malam (kemarin) sudah ada yang 800 ribu yang 10 ribu sudah OTW ke Jawa Tengah  salah satunya  bebrapa daerah juga .Itu aksi cepat saya apresiasi. meskipun harus dipantau," katanya.

Sementara Kasus PMK di kabupaten Klaten sekarang ini terus meluas bahkan sebarannya sudah 16 Kecmatan. Total kasus suspect PMK di Klaten lebih dari 700 ekor sapi.

“Di Klaten memang sudah ada peningkatan suspect ini sduah 16 Kecamatan,”

Turut Hadir dalam Kunjungan Komisi empat DPRRI tersebut, Dirjen Peternakan dan kesehatan hewan Kementraian Pertanian Nasrullah dan Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya. Adam sutanto/AD

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar