FOKUS: #PPKM

Kejar Capaian Booster, Pemkot Solo Sisir ASN Belum Vaksin Ketiga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo dr Siti Wahyuningsih saat memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota. Dok RRI

KBRN, Surakarta: Kasus Covid 19 nasional mengalami peningkatan beberapa hari terakhir. Namun untuk Kota Solo diklaim masih aman hingga saat ini.

Data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Solo hingga Rabu 15 Juni 2022 kasus aktif hanya 6 pasien. Dari jumlah itu isolasi 4 orang dan perawatan di rumah sakit 2. Dari 6 kasus itu tersebar di tiga wilayah, 2 di Kecamatan Laweyan, 3 di Jebres dan 1 Banjarsari. 

"Solo Alhamdulillah terkendali tapi terus ada tambahan satu, satu gitu. Artinya itu masih ada kasus makanya saya selalu bicara Prokes," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota dr Siti Wahyuningsih, Rabu (15/6/2022).

Seiring peningkatan kasus Corona Virus DKK terus menggencarkan vaksinasi booster, karena capaian Solo baru sekitar 58 persen. DKK dan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia BKP-SDM akan menyisir ASN yang belum vaksin dosis ketiga.

"Dengan mas Dwi (Kepala BKP-SDM) inventarisasi ASN TKPK yang belum vaksin harus dipaksa divaksin, aparat pemerintah harus beri contoh. Mosok kita ngoyak-oyak masyarakat, aparat pemerintah dewe malah ndak vaksin," tandas Ning sapaan akrabnya.

DKK pada bulan Juni ini mencanangkan program vaksinasi. Sebagai upaya menggenjot capaian vaksinasi booster dan menyisir warga yang belum vaksin dosis 1 dan 2.

Pihaknya menyasar wilayah dengan menggandeng kader Posyandu. Petugas vaksinasi akan datang disetiap kegiatan Posyandu. Kemudian vaksinasi di Puskesmas dijadwalkan sepekan ada pelayanan dua hari.

"Vaksin saya menyasar Posyandu, keramaian-keramaian. Pokoknya di daerah potensi. Kita tingkatkan booster paling tidak kita kejar 70 persen, kita baru 58. Di Jateng itu masih ada daerah yang 7 persen (capaian boosternya)," beber Ning.

Siti Wahyuningsih mengakui minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster memang sudah menurun. Dalam sehari pihaknya kesulitan mengejar 1000 orang.

"Bulan vaksinasi ini di posyandu ada dampak. Rodok meningkat karena kita pro aktif," ujarnya.

Terpisah Kepala BKP-SDM Dwi Ariyatno siap mendukung tercapainya target vaksinasi booster yang telah dicanangkan. Para ASN siap mendapatkan suntikan vaksinasi. 

Hanya saja menurut Dwi, kendala yang terjadi tidak semua ASN bisa menerima vaksin, karena ada penyakit penyerta. Kemudian bagi yang belum vaksin itu rata-rata kemarin positif Covid 19 kemudian belum masuk daftar penerima booster.

"Contohnya di kantor saya itu ada 50 pegawai, 5 orang belum vaksin. Satu karena memang sakit ada surat keterangan dokter. Kalau yang 4 karena kemarin positif. Tapi mereka siap kok, kemarin ada vaksinasi di DKK kita minta vaksin juga bersedia," jela Dwi Ariyatno. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar