FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Hewan Kurban Wajib Diperiksa, Bupati Sragen Gandeng Babinsa-Babinkamtibmas

KBRN, Sragen: Pemerintah Kabupaten Sragen bakal menggandeng Babinsa dan Babinkamtibmas dalam mengawasi hewan kurban yang akan dipotong saat Idhul Adha. Hal ini berkaitan semua hewan kurban sebelum dipotong harus memenuhi unsur kesehatan melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). 

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan pengawasan hewan kurban saat wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) harus dalam pengawasan ketat. Semua hewan yang akan dikurbankan harus sehat bebas dari PMK. 

H-1 atau H-2 Babinsa dan Babinkamtibmas ini nanti akan membantu melakukan pemeriksaan dan melaporkan hasilnya kepada petugas kesehatan hewan. Hasil pemeriksaan itu nantinya sebagai dasar untuk mengeluarkan SKKH oleh Dinas Peternakan dan Perikanan.

"Pokoknya semua yang akan dilakukan penyembelihan harus dilakukan kliren ya. Bentuknya surat keterangan kesehatan hewan. Masa aktif surat dari menteri pertanian terbaru 12 jam karena wabah ini, kalau normal 7 hari karena masa inkubasinya," jelasnya Bupati Yuni Jumat (10/6/2022).

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah bertemu dengan Komandan Korem 074 Warastratama Kolonel Achiruddin pada Kamis 9 Juni di Pemkab Sragen salah satunya membahas penanganan PMK. 

Danrem mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah daerah dalam menangani PMK termasuk nantinya dalam mendekati idul adha untuk pemeriksaan hewan kurban.

"Sebagai aparat teretorial harus bisa membantu mengantasi kesulitan. PMK ini kan kesulitan rakyat, kita harus membantu. Ada beberapa kodim saja yang mulai, di Sragen sudah mulai di klaten dan Karanganyar. Komanda aparat daerah kami membantu sepenuhnya untuk menyelesaikan masalah ini," jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Perikanan Sragen dr Toto Sukarno mengatakan, SKKH akan diterbitkan paling cepat H-2 sebelum hewan kurban disembelih. 

Menurutnya saat ini sudah banyak permintaan SKKH dari tamir masjid dan panitia hari kurban. Namun demikian pihaknya belum menerbitkan SSKH tersebut sebelum ada hasil pemeriksaan. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar