FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Kasus PMK Sragen Meluas, 201 Positif 16 Kecamatan Zona Merah

Foto ilustrasi, sapi milik peternak mati diduga terpapar PMK. Dok Istimewa

KBRN Sragen: Penularan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sragen semakin meluas. Dari jumlah 201 kasus positif PMK 25 ekor sapi mati.

Data yang dihimpun RRI dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupeten Sragen Sabtu (4/6/2022) menyebutkan, kasus bermula dari 6 kasus di Plupuh dan Tanon.

Kini penyebaran virus tersebut telah meluas hampir di semua wilayah. Dari 20 kecamatan di Bumi Sukowati kini tinggal 4 kecamatan yang zona hijau atau nihil PMK. Meliputi Kecamatan Gondang, Sragen Kota, Gesi dan Tangen.

Sementara itu 16 kecamatan menjadi zona merah Penularan PMK. Kasus tertinggi di Sidoharjo 30 sapi terpapar penyakit yang menyerang mulut dan kuku itu. Kemudian tertinggi ke dua di Sumberlawang, 26 sapi positif PMK. Menyusul berikutnya Sambubgmacan, Karangmalang, Tanon dan Plupuh. Masing-masing 20 kasus, 17 kasus dan 16 kasus.

Sementara itu dari 201 ekor sapi terpapar PMK 21 ekor dinyatakan sembuh. Kasus baru 27 ekor dan sapi mati 25 ekor. Dari 25 ekor tersebut 20 ekor mati karena disembelih pemilik.

"Jadi yang murni mati hanya 5. Kalau yang 20 karena disembelih oleh pemilik. Mungkin mereka khawatir akhirnya disembelih," ungkap Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupeten Sragen dr Hewan Toto Sukarno saat dihubungi Sabtu (4/6/2022) pagi.

Toto Sukarno menjelaskan bahwa persebaran kasus PMK di Sragen memang cukup cepat. Karena virus ini menular juga sangat cepat. Tapi pihaknya meyakinkan jika sapi terpapar PMK bisa disembuhkan.

"Memang cepat, karena tidak hanya menular dari hewan ke hewan ya, tapi dari pakan ini juga bisa. Manusia juga bisa menularkan virus itu ke sapi lain. Tetapi tidak menular ke manusia dan bisa disembuhkan," jelasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar