FOKUS: #TANGGAP BENCANA

6 Sapi Suspek PMK Ditolak Masuk RPH Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Solo membuka layanan aduan penyakit Mulut dan Kuku PMK di Kantor Dispangtan Jagalan Surakarta.

KBRN, Surakarta: UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo terpaksa menolak enam ekor sapi, lantaran terindikasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK). Enam ekor sapi tersebut akhirnya dikembalikan dari daerah asal Karanganyar dan Magetan Jawa Timur.

PLT Kepala RPH Solo dr Abdul Azis membeberkan, pada Sabtu 21 Mei lalu datang 5 ekor sapi dari Magetan. Sebelum diturunkan dari kendaraan, sapi tersebut langsung diperiksa oleh petugas. Petugas curiga bahwa sapi itu tertular PMK. 

"Sapi datang harus kita periksa terlebih dahulu. Belum sampai turun ke dari mobil kita periksa dulu kesehatannya, kalau memang mencurigakan terindikasi mengrah kesana kita tolak untuk masuk di RPH. Begitu. Sapi datang belum sampai turun udah kita tolak," terang dr Azis saat dijumpai RRI di kantornya, Kamis (2/6/2022).

Menurut Azis, dari pemeriksaan yang dilakukan sejumlah sapi tersebut mengeluarkan liur dari mulut yang berlebihan. Kemudian ada luka atau sariawan di mulutnya. Sedangkan ada sapi yang kakinya terdapat luka yang mengarah pada penyakit mulut dan kuku.

"Yang pasti air liur banyak menetes, terus kemudian ketika diperiksa di mulut ada lesi, kayak sariawan dan juga ada beberapa sapi yang kakinya ada lukanya juga. Lukanya agak spesifik dia posisi masih ditengah teracak itu. Rata-rata begitu. Disela-sela kuku, maka kita tolak dan dikembalikan," katanya.

Kemudian kasus kedua terjadi pada Senin 23 Mei. Seekor sapi yang datang dari Kabupaten Karanganyar ke RPH juga memiliki gejala PMK. Akhirnya sapi tersebut dikembalikan ke asalnya dan dilaporkan kepada dinas terkait. 

"Yang pasti tidak boleh masuk ke RPH. Lima dari Magetan dan satu dari Karanganyar. Sudah kita koordinasikan dengan dinas setempat. Kita pengetan di wilayah RPH dan juga di pasar hewan (Semanggi, Pasarkliwon) pemeriksaan di sana," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama Kabid Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Solo, dr Agus Sasmita mengklaim sampai hari ini Kamis 2 Juni 2022, belum ada laporan temuan kasus PMK. Baik dari masyarakat maupun hasil pemeriksaan di pasar kambing, ataupun pemantauan monitoring dari kandang ke kandang.

"Setiap hari kami menjadwalkan tiga orang memeriksa kesehatan hewan di pasar kambing, domba setiap hari kerja. Sampai hari ini belum ada laporan temuan kasus," ujar Agus Sasmita. 

Selain itu, sebagai antisipasi penularan virus PMK dilakukan penyemprotan desinfektan di Pasar Hewan maupun kandang ternak. Sosialisasi kepada ternak juga intens dilakukan.

"Desinfeksi pasar kambing secara rutin oleh tim desinfeksi. Kemudian nanti malam sosialisasi di daerah Mojosongo. Kemudian kami intensifkan juga pemeriksaan kesehatan hewan," kata Agus. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar