Bertambah Lagi, Kasus Sapi Terjangkit PMK Jadi 9 Ekor

Pemantauan Sapi di Karanganyar Istimewa (dok: humas Polres Karanganyar)

KBRN, Karanganyar: Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar mencatat, hingga akhir bulan Mei 2022, tercatat ada 9 ekor sapi di Kabupaten Karanganyar yang positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

9 ekor sapi itu tersebar di 3 kecamatan yakni, Jumapolo, Tawangmangu dan Kebakkeramat.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesaroh menyampaikan, Dispertan PP telah melakukan isolasi dan pemantauan ketat terhadap 9 sapi terkonfirmasi PMK tersebut. Hasilnya, 2 diantara 9 sapi yang terpapar PMK sudah dinyatakan sembuh.

"Untuk upaya pencegahan penularan PMK di Karanganyar, kami akan membuat surat edaran terkait himbauan larangan mendatangkan sapi dari luar Kabupaten Karanganyar," ungkapnya, Rabu (1/6/22).

Selain itu, lanjut Siti, pihaknya juga membantu dalam pemberian vitamin, penyemprotan desinfektan dan mengobati luka pada ternak khususnya pada mulut dan bagian kaki kepada para peternak.

"Kita juga membantu pemberian vitamin dan pengobatan untuk ternak yang sakit," katanya. 

Siti menuturkan, berdasarkan data, total populasi ternak di Karanganyar sebanyak 70 ribu ekor, namun yang terkonfirmasi PMK hanya 9 ekor.

"Untuk populasi sapi di Karanganyar itu ada 40 ribu, dan yang kena PMK hanya 9, kita masih aman," paparnya.

Sementara itu, Medik Veteriner Dispertan PP Karanganyar, Fathurrahman mengungkapkan, penyakit PMK ini, tergolong penyakit yang mudah menular ke ternak lainnya yang tergolong berkuku 2 lantaran disebabkan oleh virus.

"Ternyata virus penyakit PMK juga dapat ditularkan dari manusia yang menjadi carrier atau pembawa virus. untuk itu, kami menghimbau agar para peternak membatasi lebih dahulu setiap orang yang akan masuk ke kandang ternak," ungkapnya.

Adapun Dispertan PP Karanganyar akan mensosialisasikan kembali, kepada kelompok peternak di Karanganyar terkait pencegahan virus PMK untuk meminimaliris bertambahnya kasus penyakit PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar