Solo CFD Steril Perokok, Pedagang Nekat Bakal Kena Sanksi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersepeda didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Kasatpol PP memantau aktivitas Solo Car Free Day CFD Jalan Slamet Riyadi dan Jendral Sudirman.

KBRN, Surakarta: Seusai uji coba Solo Car Free Day pada Minggu (15/5/2022) Pemkot Surakarta langsung melakukan evaluasi. 

Hasil evaluasi yang dilakukan masih ada beberapa poin yang menjadi perhatian. Seperti masalah zonasi dan posisi pedagang kaki lima yang belum mentaati aturan, pengunjung tak patuh Prokes dan pengunjung yang merokok di kawasan bebas asap kendaraan bermotor tersebut. 

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menyampaikan, dalam acara CFD masyarakat banyak yang lalai tidak menggunakan masker, khususnya yang hanya duduk nongkrong. Dia juga menyinggung masyarakat yang masih merokok di area CFD. Pihaknya akan memperketat kegiatan tersebut.

"Sekarang banyak yang lalai, kemarin saja di CFD banyak yang tidak pakai masker. Besok kita tingkatkan lagi, pakai masker juga tidak merokok juga di CFD," katanya Rabu (18/5/2022).

Kepala Satpol PP Surakarta Arif Darmawan menjelaskan, untuk CFD sudah disiapkan petugas baik itu untuk memonitor warga yang tidak memakai masker dan warga yang merokok di sepanjang area CFD. Arif mengatakan selain menyisir sepanjang area CFD, petugas juga membawa asbak agar warga yang kedapatan merokok bisa mematikan rokoknya di asbak tersebut. 

“Kita akan terjunkan petugas khususnya untuk rokok kita akan kerahkan Linmas Pariwisata. Kalau memang kita temukan akan langsung kita minta untuk dimatikan," katanya.

Sesuai dengan arahan Walikota, Arif menegaskan di CFD tidak boleh ada kegiatan merokok. Jikalau ada pedagang berjualan sembari merokok izinnya akan dicabut.

"Dan kalau  diulang, berjualan dan merokok di CFD akan kita cabut. Kalau CFD perdana kemarin juga ada yang kita temukan merokok di area CFD, tapi konsentrasi kita kemarin belum pada perokok, beberapa kita lihat merokok di CFD tapi belum ada tindakan. Untuk CFD minggu depan akan kita tindak tegas,” kata Arif. 

Selain larangan merokok Satpol-PP juga akan menyisir warga ataupun pedagang yang tidak memakai masker. Karena khususnya anak-anak dan nongkrong masih banyak yang belum pakai. Satpol-PP akan membagikan masker untuk anak-anak termasuk kelompok rentan.

"Kalau untuk mereka yang olahraga ada catatan khusus (boleh lepas masker). Tapi untuk yang nongkrong hanya jalan-jalan kemarin kita bagi masker kalau ada yang tidak pakai. Tapi untuk yang anak-anak kita minta bantuan pak Wawali karena masker yang kita punya hanya masker dewasa,” terang Arif Darmawan. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar