Pencegahan Dini Penyakit PMK, Babhinkamtibmas Karanganyar Terjun Pantau Ternak Warga

KBRN, Karanganyar: Jajaran Polres Karanganyar mengambil langkah sigap dalam permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) pada ternak di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Ratusan Bhabinkamtibmas dikerahkan guna memantau ternak masyarakat sebagai upaya pencegahan dini penularan penyakit PMK.

Upaya ini juga sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi yang telah menerbitkan Surat Telegram Nomor.: ST/ 834/V/OPS.1.1/2022, tanggal 14 Mei 2022, tentang Penanggulangan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak.

Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo, melalui Kasi Humas Polres Karanganyar AKP Agung Purwoko, mengatakan selama pemantauan ternak, para Bhabinkamtibmas bersinergi dengan dinas terkait. Secara berkala, hasil pemantauan akan dilaporkan sebagai data faktual.

"Polres Karanganyar konsisten melakukan pantauan kesehatan ternak yang ada di wilayah kami, tentunya, kegiatan ini juga dilaksanakan oleh dinas terkait.” Ungkap Kasat Binmas," jelas AKP Agung, Minggu (15/5/22).

AKP Agung menyebut, hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait hewan ternak yang terjangkit PMK di Karanganyar. Ia menghimbau kepada para peternak agar rutin memeriksakan kesehatan ternak sebagai upaya pencegahan.

"Wabah pmk ini kita harus waspada, para peternak juga dianjurkan untuk rajin memeriksakan kesehatan ternak serta kebersihan kandang selalu terjaga. masyarakat dihimbau tidak perlu panik," ungkapnya.

Adapun berdasarkan data yang dikompulir Polres Karanganyar, terdatakan sedikitnya ada 74 peternak sapi, 7 peternak kambing, 16 kelompok peternak dan 5 Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada diwilayah Kabupaten Karanganyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar