FOKUS: #CORONA

Waspada! Kasus Covid-19 Solo Perlahan Mulai Naik, Satu Sekolah Sudah Dilockdown

Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa saat menjawab pertanyaan wartawan di lobby ruang Walikota Surakarta Kamis (27/1) sore.

KBRN,Surakarta: Kasus Covid-19 di Kota Solo perlahan mulai meningkat sejak sepekan terakhir. Catatan Satgas Covid-19 Surakarta dalam dua hari ini terjadi tambahan kasus aktif cukup signifikan yaitu 16 orang. 

Pada Rabu (26/1/2022), tercatat sembilan tambahan kasus baru sedangkan pada Kamis (27/1/2022) tercatat tujuh kasus baru. 

Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, mengatakan total konfirmasi positif aktif hingga Kamis menyentuh 32 kasus. Kondisi ini harus menjadi kewaspadaan tersendiri, karena diluar Kasus Covid-19 di SMA Warga di beberapa kelurahan muncul juga kasus baru 2-3 orang. 

"Ini yang harus kita waspadai. Kita waspada sudah mulai naik sampai tiga puluhan," terang Teguh Prakosa Kamis (27/1/2022).

Teguh khawatir apabila kasus aktif itu kembali bertambah, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal naik level dan harus melakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satunya, membatasi jam buka toko, mall, pusat perbelanjaan, hingga pasar non esensial.

"Kalau PPKM Level 3 jamnya buka sampai sore, kembali ke evaluasi lagi. Pasar, pasar modern itu nanti terdampak lagi. Tutup sore kan repot lagi. Makanya, kami imbau warga untuk kembali memperketat protokol kesehatan, memakai masker, mengurangi mobilitas, dan sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu untuk memperketat pengawasan, Pemkot bakal menerjunkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk patroli secara berkala di berbagai pusat kegiatan masyarakat yang memunculkan keramaian. Patroli dan razia Prokes pemakaian masker akan digalakkan kembali. "Besok tim gabungan akan mobile lagi untuk melakukan patroli," ujarnya.

Terkait temuan belasan kasus di sekolah, Teguh menyebut penghentian PTM hanya di sekolah yang terdapat temuan kasus. PTM di sekolah lain tetap berjalan seperti biasa sembari mengejar capaian vaksinasi kategori anak usia 6-11 tahun. "Kalau PTM lanjut terus, kita tingkatkan Prokes dan kita kejar Vaksinasi anak 6-11 tahun."

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng Suratno akan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM secara menyeluruh menyusul kasus di SMA Warga. Seluruh Kepala Sekolah SMA, SMK, SLB negeri maupun swasta dan seluruh pembina akan melaksanakan evaluasi PTM 100 persen yang berlangsung dua pekan terakhir.

"Sebenarnya selama ini berjalan lancar, setiap hari sekolah kita minta laporan tentang pelaksanaan PTM. Kemudian tentang kejadian khusus yang ada si sekolah salah satunya ada guru atau sekolah siswa terpapar. Dari awal PTM 100 persen sampai kemarin yang melaporkan kejadian khusus SMA Warga. Semoga tidak ada yang lain. Ini pertama di 2022," terang Suratno.

Pihaknya mengimbau kepada Kepala Sekolah agar lebih memperhatikan Prokes di lingkungan sekolah. Terlebih Varian Omicron kini telah menular di berbagai daerah. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar