FOKUS: #VAKSIN COVID

Evaluasi PTM 100 Persen, Siap-siap Pelajar Dites Acak Covid-19

Ilustrasi foto: Petugas Kesehatan mengambil sampel Swab PCR kepada salah seorang pelajar di Kota Solo dalam surveilans PTM. Dok RRI

KBRN, Surakarta: Pemkot Surakarta ancang-ancang melakukan tes acak Covid-19 (Surveilans) kepada pelajar. Surveilans ini untuk evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang sudah berjalan awal tahun 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih, mengatakan kegiatan surveilans uji swab acak PTM di Kota Solo akan kembali dilakukan. Surveilans PTM pelaksanaannya menunggu vaksinasi anak usia 6-11 tahun selesai.

"Surveilans kita menunggu vaksinasi anak selesai. Daripada anak bolak-balik ke sekolah karena harus vaksin, kemudian jadwal PTM yang sehari masuk sehari belajar di rumah, sekalian menunggu PTM 100%," kata dr Ning sapaannya kepada wartawan di Balaikota Rabu (12/1/2022).

Ning menambahkan, surveilans ini sekaligus untuk evaluasi pelaksanaan PTM 100% itu dan setelah anak vaksinasi dua dosis. Ning mengatakan sudah menyusun 29 sekolah yang bakal menjadi sasaran surveilans dari tingkat SD SMP hingga SMA SMK. 

"Kalau sampel yang diambil, masih sama seperti tahun lalu, 33 orang, 30 dari perwakilan siswa dan 3 tenaga kependidikan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah II Jateng Suratno mendukung upaya Pemkot Surakarta untuk menciptakan PTM yang aman. Surveilans sebagai upaya untuk skrining kepada siswa dan guru. 

"Pada prinsipnya kami mendukung Surveilans. Tapi tahun ini kami belum tahu kapan dilaksanakan," ujarnya kepada RRI.

Kabid SD-SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Abdul Haris Alamsah, mengatakan masih ada SMP yang belum menggelar PTM 100% pada awal pekan ini karena masih menyiapkan sarana prasarana. Salah satu yang menjadi kendala adalah bentuk meja panjang yang menyuliskan penataan siswa di dalam kelas. 

“Sebenarnya kan kalau ukuran mejanya untuk satu siswa, ruang kelasnya cukup untuk menampung kapasitas 100% sesuai aturan jaga jarak. Namun di lapangan, banyak sekolah yang mejanya masih untuk dua siswa, sehingga terpaksa harus dua shift,” kata dia, dihubungi terpisah.

Abdul menyebut pada pekan ini siswa SMP yang mengikuti PTM 100% dimulai dari kelas 9. Setelah itu, bertahap kelas di bawahnya yang kemungkinan dimulai pada pekan depan atau pekan berikutnya lagi. Capaian vaksinasi siswa SMP sudah lebih dari 90%, sehingga seluruh sekolah diizinkan menggelar PTM 100%. 

“Vaksinasinya kan sudah dua dosis, hampir semua, kecuali yang tidak bisa vaksin karena alasan tertentu,” tandasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar