FOKUS: #VAKSIN COVID

Gandeng Pemain Persis, Gibran Targetkan Vaksinasi Anak Kelar Februari

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pemain Persis Solo menyerahkan door prize kepada anak-anak peserta vaksinasi di SDN Kestalan Banjarsari. Dok Istimewa

KBRN, Surakarta: Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Solo terus digencarkan Pemkot Surakarta. Untuk mendongkrak minat pelajar mendapatkan suntikan vaksin, Pemkot Surakarta menggandeng sejumlah pemain Persis Solo.

Seperti yang berlangsung di SDN Pada Senin (10/1/2022) pagi, sejumlah pemain dari tim sepakbola Persis Solo digandeng untuk menemani vaksinator menyuntik vaksin Covid-19 untuk ratusan siswa di SDN Kestalan No. 05 Banjarsari, Solo. 

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan alasan mengajak pemain Persis Solo adalah agar anak-anak antusias mengikuti vaksinasi. Dia menyebut program vaksinasi untuk kategori usia itu ditarget rampung pada Februari. 

Gibran mengatakan sampai saat ini capaian vaksinasi anak sudah 68%. Pihaknya ingin dosis pertama selesai pada pekan ini. 

"Saya mengajak pemain Persis Solo, ya, sekali-kali lah, karena mereka sudah dianggap seperti role model untuk anak-anak. Sekaligus memperkenalkan sepakbola ke anak-anak, biar mereka senang olahraga, sepak bola, pemain Persis Solo ‘kan sekarang idola,” kata dia, kepada wartawan.

Gibran menyebut setelah vaksinasi kategori 6-11 tahun selesai, ia berharap mereka bisa menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) 100%. Pekan ini, siswa kelas 9 SMP lebih dahulu mengikuti PTM 100%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta dr. Siti Wahyuningsih, mengatakan jumlah anak kategori itu yang sudah menerima vaksin dosis pertama mencapai 30.658 siswa. Laju vaksinasi sudah berjalan sesuai rencana dan diharapkan rampung pada Februari. 

“Setelah nanti divaksin semua (dua dosis), sesuai kebijakan pemerintah pusat kan mereka bisa PTM 100%, namun yang enggak boleh ditawar adalah protokol kesehatan 5M. Utamanya, guru harus mengawasi anak kelas 1 dan 2, yang mungkin belum paham. Mereka lepas masker kemudian tidak jaga jarak, butuh pengawasan,” jelas dr Ning sapaan akrabnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar