FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pelajar Terpapar Covid-19 Terus Bertambah, Begini Nasib PTM di Solo

Tenaga Kesehatan DKK Surakarta melakukan swab PCR kepada pelajar di SMPN 4 Surakarta.

KBRN Surakarta: Pemerintah Kota Surakarta memastikan bahwa jumlah pelajar yang terpapar Covid 19 dari pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas masih bertambah. Penambahan itu diperoleh Pemkot Surakarta usai menggencarkan tracing dan testing kontak erat siswa dan surveilans PTM terbatas di sekolah lain. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga Kamis (21/10) total siswa terkonfirmasi positif korona berjumlah 62 orang. Adapun temuan sebelumnya pada Senin (18/10/2021), siswa yang terpapar Covid-19 berjumlah 41 orang. Ada tambahan 21 pelajar dalam beberapa hari terakhir.

Tambahan 21 siswa tersebut terdiri dari seorang siswa SMP Negeri 4 Surakarta, seorang siswa SMP IT Nur Hidayah dan 11 siswa SMP Negeri 8 Surakarta. 

"Tambahan ini dari hasil tracing di lima SD yang sebelumnya ditemukan kasus positif, ada penambahan di SD Kristen Manahan sebanyak tiga siswa, SD Mangkubumen Kidul sebanyak satu siswa, SD Negeri Danukusuman sebanyak dua siswa dan SD Al Islam 2 Jamsaren sebanyak dua siswa," jelas  Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih di Balaikota, Kamis (21/10).

Adapun hasil tracing di SD Negeri Semanggi Lor tidak menjumpai tambahan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah peserta didik yang terpapar korona itu di luar enam guru SD Kristen Manahan dan SD Negeri Danukusuman yang juga dinyatakan positif Covid-19.

“Saat ini tracing masih berlangsung. Hari ini (kemarin) kami juga melakukan swab PCR di dua sekolah terakhir, dari total 29 lokus surveilans PTM terbatas. Tapi ini belum bisa dikatakan klaster sekolah ya, mungkin penularan di sekolah. Sebab seperti di Semanggi itu hanya satu kasus dan ditracing tidak tambah, bisa jadi kan penularan di luar sekolah," beber Ning.

Sementara itu, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menegaskan jika PTM terbatas di Solo tetap berjalan, sekalipun puluhan siswa terdeteksi terpapar Covid-19. Sekolah sudah tutup dua tahun, pihaknya tidak akan menutup semua sekolah hanya karena ada kasus saja.

Gibran juga mendorong orang tua terus memonitor aktivitas putra-putri mereka di luar sekolah. "Sekali lagi, anak-anak kebanyakan OTG jadi saya yakin sembuhnya juga cepat. Sekolah cuma sejam dua jam. Makanya perlu pengawasan di luar sekolah, termasuk di rumah,” kata Wali Kota di Balaikota Kamis.

Gibran mengklami seluruh siswa terkonfirmasi positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG). Hal Ini jadi evaluasi dan membantu Pemkot agar bisa memberikan rasa aman saat PTM terbatas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00