FOKUS: #PPKM MIKRO

Kasus Stagnan Rendah, Pemkab Sragen Pastikan Tak Akan Tutup Isoter

Foto Ilustrasi: Tenaga Kesehatan menata dan membersihkan ruang isolasi meskipun dalam kondisi kosong.

KBRN Sragen: Tempat isolasi terpusat (isoter) yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sragen kini semakin sepi dalam beberapa pekan terakhir, bahkan pasien covid-19 yang dirawat bisa dihitung dengan jari. Lantaran kasus penularan Covid-19 semakin sedikit. 

Bahkan data dari situs Covid-19 Pemkab Sragen sampai Rabu (20 Oktober) siang menyebutkan pasien tanpa gejala 9 orang, sementara yang menjalani perawatan hanya enam orang. Namun demikian Pemkab Sragen tidak akan menutup dua Isoter di Technopark dan SD Negeri Kragilan, Gemolong. 

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen Tatag Prabawanto mengatakan Isoter tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sampai saat ini belum ada rencana untuk penutupan dua Isoter, meskipun capaian vaksinasi lebih dari 72 Persen dan saat ini pasiennya sangat minim.

"Itu tanggungjawab pemerintah. Sedikit atau banyak, kami harus menyediakan," ungkapnya Selasa (19/10/2021).

Meskipun tak menutup Isoter, pihaknya juga tidak ingin ada gelombang-gelombang berikutnya dalam lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Sukowati. Isoter ini lanjut Pria yang menjabat sebagai Sekda Sragen itu sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemkab dalam penanganan Covid-19.

"Kami berharap Sragen segera diputuskan menjadi PPKM level 1. Sehingga kegiatan masyarakat seperti perdagangan, hajatan dan sebagainya bisa lebih longgar. Tapi tetap patuh protokol kesehatan."

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen Sugiyamto mengusulkan agar isoter baik Gemolong dan di technopark ditutup saja. Pihaknya optimis tidak akan ada gelombang ketiga lonjakan kasus covid-19, lantaran kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sudah terbentuk. Penutupan Isoter menurutnya juga akan mengurangi pengeluaran anggaran operasional Pemkab.

”Kalau sekarang sebaiknya ditutup saja, Masyarakat sudah patuh vaksinasi sudah sekitar 70 persen dan itupun yang sudah vaksin juga tertib memakai masker dan menjaga jarak. Kalau misalnya nanti ada lonjakan lagi ya kembali dibuka lagi," jelasnya. 

"Kalau dibuka kan harus ada yang jaga dan sebagainya, kan membutuhkan anggaran juga. Di isoter tentu juga ada tenaga tambahan. Kalau diisi pegawai tetap tentunya dikembalikan ke pos sebelumnya agar lebih produktif, tidak kesannya menunggu rumah kosong,” sambung Sugiyamto.

Pemkab Sragen menyiapkan dua lokasi isoter, yakni Technopark dengan kapasitas 400 tempat tidur. Namun hanya terisis 7 pasien pada akhir pekan lalu. 

Sedangkan isoter di SD Negeri Kragilan dengan kapasitas 86 tempat tidur, saat ini kosong. Lantas tempat tidur baik di ICU maupun isolasi di rumah sakit khusus Covid-19 cukup longgar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00