FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Demi Herd Immunity, Vaksinator Ini Datangi Rumah-rumah Warga Solo Sampai Dikejar Anjing

KBRN, Surakarta: Perjuangan melawan Pandemi bagi tenaga kesehatan (Nakes) belum berakhir, setelah melewati puncak kasus Covid-19 kini mereka harus melakukan vaksinasi. Namun warga yang bekerja di pagi dan siang belum bisa tervaksin, Nakes harus jemput bola mendatangi dari rumah ke rumah.

Sejumlah vaksinator diterjunkan Dinas Kesehatan Kota Surakarta untuk mengetuk pintu rumah warga yang belum mendapatkan vaksin. Berbekal boks dingin, alat ukur tensi, jarum suntik, berikut laptop dan peralatan lain, tim vaksinasi jemput bola menyusuri gang demi gang perkampungan. 

Selain harus menyisir warga melewati gang-gang sempit mereka juga harus menjaga rantai dingin vaksin. Tak jarang nakes ini dikejar-kejar anjing, seperti yang dialami Rini Sholihah, vaksinator asal Puskesmas Setabelan Kecamatan Banjarsari Solo yang bertugas door to door. 

Kepada wartawan Rini menceritakan kisahnya menjadi vaksinator dari rumah ke rumah. Awalnya harus memegang data siapa saja yang belum divaksin dari kader kesehatan, dan pihak kelurahan. Petugas Babinsa dan kelurahan mendampingi setiap proses itu. 

“Kami harus menjaga suhu vaksin di dalam boks dingin tetap stabil. Kalau di luar ruangan itu kan suhunya lebih panas. Biasanya vaksin ada di dalam kulkas khusus vaksin dan kulkas khusus vaksinnya berada di ruangan AC. Kami berkejar dengan waktu agar vaksin tetap berkualitas," katanya akhir pekan lalu.

Dari beragam tugas yang menantinya saat itu, satu yang terberat adalah menjaga suhu vaksin agar tetap aman. Tim vaksinasi keliling harus mengejar kualitas vaksin yang disuntikkan, bukan hanya kuantitasnya. 

Dirinya bersama tim mengetuk pintu warga yang belum divaksin satu per satu di Kelurahan Keprabon. Jalanan gang yang sempit, bertemu anjing, beratnya peralatan yang dibawa, dan panasnya udara menjadi tantangan. Mereka juga berkejaran dengan waktu agar vaksin tetap berkualitas.

Tantangannya menjaga suhu boks dingin vaksin tetap di antara 2-3 derajat celcius harus dijaga. Jalan di gang-gang sempit panas harus bawa boks cukup berat, ya jadinya lelah. Tapi dinikmati suka dukanya," beber dia.

Hal senada dikisahkan oleh vaksinator lain, Ifanda Panji yang bertugas menyisir di Kelurahan Setabelan. Dia mendapatkan tugas di tiga titik untuk didatangi, salah satunya di poskamling. Dari pertemuannya itu, Ifanda mendapati fakta bahwa mereka belum divaksin karena harus bekerja. 

“Titik satu sudah sesuai data yang diberikan kelurahan, ada 10 sasaran yang datang semua. Titik kedua, hanya dua sasaran, kemudian ternyata tetangga kanan kirinya juga ada yang belum divaksin akhirnya dapat lima orang. Kemudian titik ketiga, ada tiga sasaran kami berhasil dapat lima,” jelasnya.

Tak hanya sebagai vaksinator Nakes ini juga sebagai petugas sosialisasi, di mana selain vaksinasi door to door mereka yang bekerja siang hari dapat mendatangi Puskemas melaksanakan vaksinasi sore dan malam hari. 

Upaya yang dilakukan ini tak lain untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok. Data dari DKK meskipun capaian vaksinasi Solo sudah 122 persen namun masih ada sekitar 39 ribu warga kota Bengawan belum tervaksin. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00