FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Walikota Gibran Dukung Pengembangan RSUD Solo Peninggalan Jokowi

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka berbincang dengan jajaran direksi RSUD Ngipang Kota Solo saat peninjauan RS dan rencana pembangunan gedung baru.

KBRN Surakarta: Ruang pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngipang, Kota Solo dinilai tidak lagi memenuhi persyaratan, sebagai rumah sakit rujukan. Oleh karenanya diperlukan perluasan RSUD untuk mendukung pelayanan kesehatan.

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Rabu (22/9/2021) meninjau langsung pelayanan RSUD pertama Milik Pemkot Surakarta itu. Dia melihat langsung ruang tunggu pasien di Poliklinik yang sempit, padahal jumlah Pasien membludak. 

Bahkan Poliklinik hingga UGD tak lagi memenuhi standar karena penuh sesak. Termasuk lahan parkir yang kurang memadai dengan jumlah pasien.

Gibran juga melihat lahan di belakang RSUD yang rencananya akan dibangun untuk perluasan. RSUD Ngipang Kota Solo segera melakukan perluasan dengan membangun gedung 6 lantai di belakang rumah sakit lama. 

"Jadi harus ekspansi untuk mencukupi kebutuhan yang membeludak setiap hari kaya gitu. Bangunan macem-macem nanti lah, ya kalau pasti anggaran sudah DED disusun," ungkap Walikota Gibran seusai meninjau RSUD.

Menurut Gibran, akan ada penambahan ruang pelayanan seperti Poliklinik, UGD, ruang Operasi (OK) untuk menunjang pelayanan. Karena rumah sakit yang dibangun era kepemimpinan Walikota Joko Widodo (Jokowi)-FX Hadi Rudyatmo 2012 silam, kini penuh dan sesak pasien. Gibran siap untuk mengembangkan RSUD peninggalan Jokowi. 

Gibran juga telah menerima paparan konsep pembangunan dari jajaran direksi dan mengecek lahan hampir 4000 meter persegi di belakang RSUD. Gibran mengatakan rencana perluasan RS baru dirapatkan, sementara lahan sudah beres. 

Menurutnya RSUD yang terletak di Kelurahan Kadipiro Banjarsari itu jadi rujukan luar kota Soloraya, bahkan luar pulau. Meskipun RS berdiri di tengah pemukiman penduduk namun berkembang pesat, Poliklinik dan Dokternya lengkap. Saat ini lanjut Gibran tentang disusun desain rancang bangun (DED).

"Meski RSUD kecil tengah kampung dokternya lengkap. Di sini ada rujukan dari beberapa RS luar bahkan ada dari luar pulau, juga cukup lengkap, jadi harus ekspansi untuk mencukupi kebutuhan yang membeludak setiap hari kaya gitu," jelas Gibran. 

Untuk diketahui, untuk pembangunan RSUD, Pemkot Surakarta harus meminjam dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp 40,5 miliar. Rumah sakit beroperasi akhir 2012 diresmikan FX Hadi Rudyatmo, karena Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00