FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Antisipasi Klaster Sekolah Saat PTM, Walikota Gibran Minta DKK Swab Acak Murid dan Guru

Foto ilustrasi, pelajar melakukan cek suhu tubuh dengan termometer sebelum masuk ruang kelas mengikuti Pembelajaran Tatap Muka PTM.

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota Surakarta melakukan skrining terhadap murid dan guru yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak awal bulan September ini.  Random testing Swab antigen dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster sekolah, mengingat terjadi penularan Covid-19 terhadap peserta didik yang PTM di beberapa daerah Jawa Tengah. 

Informasi yang dihimpun RRI, random sampling dilakukan terhadap 174 murid dan guru di SMKN 2 Surakarta. Dari jumlah tersebut tidak ada yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. 

Swab antigen yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta juga dipantau langsung Wakil Walikota Teguh Prakosa. 

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka mengakui telah memerintahkan DKK untuk random testing terhadap pelajar.  Hal ini untuk mengantisipasi klaster sekolah, karena di beberapa daerah Jateng ada yang terkena Covid-19 saat PTM. 

"Saya sudah perintahkan DKK melakukan testing. Sejumlah sekolah kami gelar random testing harapannya tidak ada klaster di sekolah," ungkap Gibran Saat dijumpai wartawan di sela meninjau RSUD Ngipang, Rabu (22/9/2021).

Gibran menegaskan apabila dari Swab antigen ada pelajar yang terpapar Covid-19, PTM di satu sekolah tersebut akan dihentikan sementara dan dilakukan evaluasi. Namun Gibran mengakui saat ini prokotol kesehatan lebih baik 

"Kalau ada (yang tertular Covid-19) langsung tutup sekolahnya. Sekolah itu lho ya, enggak semua sekolah (di Solo). Kepatuhan prokes guru dan ortu murid sudah bagus," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Siti Wahyuningsih membenarkan telah melakukan testing di SMKN 2 Surakarta. Dari 174 pelajar  dan guru yang dilakukan Swab Antigen hasilnya negatif. "Ya Alhamdulillah semua negatif tadi," ungkap Ning saat dikonfirmasi.

Kendatipun demikian pihaknya meminta guru dan orang tua tetap patuh protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster sekolah, PTM juga terus berlanjut. Testing akan terus berlanjut ke sekolah sekolah lain di Kota Solo. "Iya kita akan testing terus tapi acak. Nanti kalau dibocorkan ya tidak pada berangkat," kata Ning.

Adapun data dari Satgas Penanganan Covid-19 Surakarta sampai kini angka testing di Solo dengan tes PCR sejumlah 113.483. Sementara itu tes RDT Antigen sejumlah 128.691. Sedangkan pasien terkonfirmasi positif di isolasi terpusat sejumlah 16 orang.

Sebelumnya Walikota Gibran juga mendapati guru yang tidak patuh protokol kesehatan. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah walikota mendapati guru saat mengajar maupun di kantor tidak memakai masker. Hal ini langsung dilaporkan ke Dinas Pendidikan untuk diberikan teguran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00