Salut! Terapis Ini Rela Di Bayar Seikhlasnya Demi Bantu Anak Tuna Rungu dan Wicara

KBRN, Surakarta: Keyakinan bahwa rejeki sudah diatur Tuhan, Dra.Bekti Pratiwi STR.Kes rela mengabdikan dirinya untuk memberikan pelatihan terapi wicara kepada anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran dan bicara.

Pengabdiannya itu ia lakoni di sanggar difable dibawah asuhan Yayasan Forum Peduli Difable Indonesia di Jalan Madubronto No.8 Sondakan Laweyan Solo dengan bayaran seikhlasnya.

Padahal seperti di sampaikan Bunda Bekti sapaan akrabnya, Ia mampu untuk mendapatkan bayaran yang jauh lebih pantas di tempat praktiknya sendiri di Perum Griya Kiera Busukan No C1 Mojosongo Jebres Solo.

"Kegiatan memberikan terapi wicara ini hanya dengan bayaran seikhlasnya, ini sejalan dengan program yang saya jalankan di masa pandemi yaitu sebulan sekali memberikan terapi yang sama tanpa tanpa bayaran sama sekali," jelasnya kepada RRI, Selasa (21/9/21).

Bekti Pratiwi mengaku sering merasa kasihan melihat anak-anak difable yang sebetulnya mempunyai potensi namun karena kekurangtahuan orang tua kalau ada lembaga yang bersedia menampung sehingga bakat anak tidak bisa berkembang.

”Anak2 itu kadang saya kasihan ya, sebenernya dia itu punya potensi tapi karena kekurangtahuan orang tua atau mungkin kurang ada lembaga atau sekolah yang bisa menampung atau mempush dia itu nanti mampunya dimana, karena anak-anak difable itu kan terpinggirkan ya, termarginalkan ya,” jelasnya. Oleh karena itu Bekti Pratiwi sangat mengapresiasi keberadaan sanggar difable dimana anak-anak difable tidak saja mendapatkan pelatihan terapi wicara seperti yang Ia lakukan tetapi juga berbagai pelatihan seperti melukis, menari dan sekolah acting yang bertujuan untuk mengembangkan bakat anak.

Wiwin Triani seorang Ibu dari Muhammad Fatihan Akbar, seorang anak dengan gangguan bicara dan pendengaran yang belajar di sanggar difable pimpinan Saputri, mengaku selama kurang lebih belajar 2 tahun di sanggar termasuk mendapatkan terapi wicara dari Bekti Pratiwi, Fatihan anaknya mengalami kemajuan yang luar biasa.

Dikatakan ibu yang berasal dari Palembang Sumatra Selatan dan sampai sekarang juga tinggal disana itu, anaknya yang dulu tidak pernah punya percaya diri, namun sekarang hanya sekedar tampil pada Fashion Show saja bukan hal yang aneh Fatihan.

”Fatih belajar di sanggar itu sudah lebih dari 2 tahun, dan kemajuannya sangat luar biasa, dari awal dia berangkat dari Palembang, hampir dia tidak punya rasa percaya diri, tapi sekarang untuk sekedar tampil di Mall, Fashion Show, Modelling, itu bukan hal yang aneh bagi dia,” ungkanya.

Wiwin Triani berharap dengan segala bekal yang didapat anaknya termasuk kemajuan dalam pendengaran dan wicara dari pelatihan yang sudah diberikan Bekti Pratiwi di Sanggar Difable akan membuatnya menjadi anak yang mandiri dengan segala potensi yang dimilikinya sekaligus kekurangan yang di miliki pula.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00