Pasien Gagal Ginjal Terus Naik, RSBK Buka Layanan Hemodialisa, Sehari 8 Pasien

KBRN Surakarta: Pasien gagal ginjal yang harus melakukan terapi cuci darah (Hemodialisa) di Kota Solo terus meningkat. Supervisor layanan Hemodialisa Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) DR. dr. Agung Susanto S.PD menyampaikan, pasien cuci darah dari tahun ke tahun meningkat, kini lebih dari 1000 orang.

"Untuk yang cuci darah kita sampai kurang tempat. Lebih dari 1000 orang (pasien Hemodialisa) di kota Solo. Hampir semua RS ada pelayanan cuci darah. Belum yang gagal ginjal tetapi dia membutuhkan terapi pengganti itu juga banyak sekali," ungkap DR. dr. Agung Susanto S.PD kepada wartawan seusai peresmian Unit Hemodialisa RSBK Solo, Selasa (21/9/2021). 

Konsultan penyakit ginjal, hipertensi di RSDM itu membeberkan, gagal ginjal itu akhir dari berbagai macam penyakit pada tubuh manusia. Seperti diabetes melitus yang saat banyak populasinya kemudian hipertensi, penyakit sumbatan, tumor,  serta pasien monologis auto imun yang menyerang ginjalnya sendiri. "Jadi populasinya (gagal ginjal) terus meningkat," tandasnya.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UNS itu, edukasi pada masyarakat penting sekali untuk pola hidup sehat supaya tidak memiliki penyakit kronis. Utamanya DM, yakni harus bisa mengontrol pola makan, pola aktivitas, mengendalikan stress harus dijaga.

"Karena hipertensi terkait dengan pola makan kalau di kontrol kan tidak perlu obat. Misal kalau tensi tinggi, gula darah tinggi tapi tidak merasakan itu bahaya, karena sensor sudah hilang. Dan diabetes itu tidak ada kata sembuh, tapi terkontrol. Tidak harus dengan obat, tapi dengan pola hidup baik bisa mengontrol itu yang diharapkan. Nanti komplikasi akan berkurang," bebernya.

Dibukanya klinik Hemodialisa yang baru di RSBK dapat memberikan pelayanan yang makin baik. Pasien bisa dilayani semua dan bisa dijamin BPJS. "Ini terapi pengganti yang utuh dari pasien," tukasnya.

Di kesempatan yang sama Direktur RSBK dr Wahyu Indianto menyampaikan, banyaknya jumlah Pasien Hemodialisa ini memantik Pemkot Surakarta untuk melengkapi salah satu RSUD Kota Solo dengan layanan unit Hemodialisa. Setiap harinya 8 Pasien Hemodialisa bisa dilayani di RSBK. 

"Kita punya 4 unit alat Hemodialisa, jika kita maksimalkan ini sehari bisa 8 pasien," ujar dr Wahyu kepada wartawan.

Wahyu menyampaikan setiap pasien melakukan treatment cuci darah membutuhkan waktu sekitar 4 jam. RSBK melengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang layanan tersebut agar tidak jenuh.

"Ini menjadi tujuan utama ya, bukan lagi alternatif. Karena tempatnya nyaman bersih. Bisa main HP nonton TV dan tidak asam."

Unit Hemodialisa RSBK diresmikan operasionalnya oleh Walikota Gibran Rakabuming Raka bersama Direktur RSBK dr Wahyu Indianto. Gibran berharap fasilitas ini dapat meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, tidak harus mengantre di satu RS namun juga dapat mengakses RSBK.

"Sebenarnya sejak dulu ada ya, dan pasien Covid-19 yang isolasi sempat melakukan cuci darah. Tapi Izin kita kan belum turun," pungkas Wahyu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00