FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Persediaan Oksigen di Solo Mulai Aman, RS Rujukan Covid-19 Tidak Spot Jantung Lagi

KBRN Surakarta: Persediaan oksigen di 15 rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Solo mulai aman. Meskipun demikian pasokan terus dijaga, mengingat tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU masih di atas 90 persen.

Pengelola rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Solo sedikit tenang, karena persediaan oksigen di Kota Solo mulai aman dibandingkan beberapa pekan lalu. Hal ini didasari mulai menurunnya angka kasus aktif Covid-19 di Solo Raya.  

"Relatif aman dibandingkan yang kemarin, meskipun kemarin dua hari lalu ada yang kritis tapi sudah terselesaikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Siti Wahyuningsih di Balaikota Surakarta, Senin (2/8/2021).

Dia mengatakan, masih tetap waspada, mengingat tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit masih tinggi. Yakni ruang isolasi lebih dari 70 persen, sedangkan ICU masih di atas 90 persen. 

Oleh sebab itu pihaknya belum menurunkan standar kebutuhan harian oksigen dari 59 ton perhari. Hal ini menurut Ning sapaan akrabnya,  RS di Solo merupakan pusat rujukan Covid-19 dari Solo Raya bahkan dari luar Provinsi. 

"Kita gak bisa langsung menurunkan, 59 ton kemarin. Ini kasusnya fluktuatif, dan itu kemungkinan kebutuhan itu saya hitung kebutuhan optimal. Tetapi kalau pasiennya berkurang otomatis kan pemakaiannya juga berkurang dan nanti stoknya itu juga akan berkurang. 

Oleh sebab itu pihaknya meminta manajamen, selalu menginput sistem informasi rumah sakit sehingga kebutuhan oksigen dapat langsung dideteksi manakala stok menipis.

"Meski sehingga saya mohon teman-teman rumah sakit isiannya di Joss dan sistem informasi rumah sakit online itu benar-benar diisi sehingga kita bisa mendeteksi," tandasnya.

Sedangkan Walikota Gibran Rakabuming memastikan persediaannya oksigen aman untuk beberapa hari kedepan. Pemkot Solo mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, bahkan dari luar negeri dan juga dari Bank BI. Di sela menerima bantuan oksigen dari BI Cabang Solo di Balaikota Gibran mengatakan bantuan itu sangat membantu Pemkot.

"Di tengah kasus yang masih fluktuatif bantuan oksigen sangat berarti. Harapan kami tidak terpakai artinya kasus segera turun," jelasnya.

Data yang dari Satgas Covid-19 Surakarta menyebutkan, kasus terkonfirmasi masih diangka seratusan. Sementara angka Bed Occupancy Rate BOR ICU masih 94% kemudian BOR isolasi 72%. 

Walikota Gibran mengajak masyarakat mesti waspada, penerapan PPKM dan pengetatan Protokol Kesehatan masih terus dilakukan. Ia berharap masyarakat tetap mematuhi 5 M.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00