Percepat 3T dengan Si Lacak, Dinkes Karanganyar Gandeng TNI Polri dan Ormas

ilustrasi proses 3T .doc istimewa

KBRN, Karanganyar: Dinas kesehatan Karanganyar akan memanfaatkan aplikasi Si Lacak dalam meningkatkan upaya Tracing, Testing dan Treatmen (3T) untuk penanganan kasus covid 19 di Karanganyar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit-P2P Dinas Kesehatan Karanganyar, Warsito mengatakan, aplikasi si lacak merupakan program dari pemerintah pusat yang dapat menghubungkan laporan kasus terkonfirmasi dari tingkat Dinas Kesehatan daerah, provinsi hingga pusat, sehingga nantinya, pelaporan kasus dapat terpantau secara akurat dan menyeluruh.

"Nanti ketika petugas menemukan kotak erat, bisa langsung diinput di aplikasi si lacak.

Silacak ini terhubungn ke dinas provinsi sampek pusat.

Untuk ppkm darurat ini kan, pusat memonitor untuk target tracingnya kan dari akun silacak.

Ini memang program dari pusat," jelasnya kepada RRI, Rabu (28/7/21).

Warsito menambahkan, dalam pemanfaatan aplikasi si lacak, dinas kesehatan menggandeng kader kesehatan desa, babinsa, babinkamtibnas, serta organisasi masyarakat senkom untuk menjadi petugas treasure.

"Nanti puskesmas, akan melatih pada yang punya akun, kepada babinsa, babinkamtibnas, dan kader kesehatan.

Lha nanti diharapkan bagi babinsa, babinkamtibnas dan kader, serta senkom iItu untuk melakukan tracing, di masing-masing Wilayah binaan, nanti satu kasus confirm, minimal harus ketemu 15 kontak erat," ungkapnya.

Menurut Warsito, meski dengan percepatan proses tracking akan diiringi peningkatan kasus, namun dengan cepatnya penanganan akan berbanding lurus dengan cepatnya pemutusan rantai penularan covid 19.

"Harapannya pelacakan semakin akurat, semakin banyak ditemukan kontak erat, kemudian segera di karantina, sehingga tidak menularkan ke mana.

Karena kalo kita cepet melakukan pelacakan, cepet ketemu sebelum 3 hari kan, dia belum bisa menularkan.

Kalo kasus naik, pelacakan naik, testing naik, itu justru lebih baik, daripada tidak terlacak," paparnya. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko mengatakan, sedikitnya terdapat 100 lebih anggota polres Karanganyar yang telah mendapat pelatihan 3T.

"Kasus di Karaganyar ini kan terbilang fluktuatif, jadi ini salah satu upayanya untuk menekan angka kasus. Petugas di masing-masing desa sudah ada, jadi sekitar 117an, itu belum termasuk dari pihak lain, semoga bisa menekan angka kasus covid 19," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00