FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Tolak Vaksinasi Covid-19, Siap-siap Pencairan Bansos Bakal Ditunda

Kades Jenar Samto menerima vaksin covid 19

KBRN Sragen: Pemkab Sragen terus melakukan percepatan vaksinasi Covid 19, menyusul belum tercapainya target untuk lansia dan pra lansia. Saat menghadiri percepatan vaksinasi Covid 19 di Balai Desa Jenar Kamis (22/7) siang Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui capaian masih rendah. 

Ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi terhadap pencapaian program vaksinasi covid-19 untuk pra lansia dan lansia yang saat ini tengah berjalan. Pihaknya tak segan untuk menahan semua bantuan sosial agar tidak dicairkan apabila warga atau keluarga penerima manfaat (KPM) tidak mau divaksin atau belum vaksin. 

“Makanya saya akan evaluasi capaian vaksinasi ini. Sebab di desa yang lansianya 500 orang, tercapai 50 persen saja sudah bagus. Tapi tadi lihat sendiri kan, begitu tidak mudahnya yang mau disuntik,” terang bupati Yuni.

Melihat animo warga utamanya lansia di desa itu yang terbilang rendah bupati sempat jengkel, bahkan kepala Desa yang diundang mendapatkan penyuntikan vaksin juga tidak hadir. Beberapa jam menunggu, dari sekitar 250 lansia dan pra lansia yang diundang, yang datang ternyata tak sampai 50 orang saja. 

"Upaya jemput bola oleh petugas Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa ke rumah warga juga ini juga gagal. Petugas pulang masih bawa vaksin nganggur," kata dia.

Bupati menyampaikan rendahnya kesadaran untuk mau divaksin utamanya di Jenar itu memang dipengaruhi banyak faktor. Selain banyaknya hoaks soal vaksin yang diterima masyarakat, pemahaman masyarakat terkait pentingnya vaksin juga dirasa masih perlu ditingkatkan. 

"Mungkin salah satu solusi adalah mungkin dengan mendorong tokoh atau seseorang yang ditokohkan di suatu wilayah untuk mengawali vaksin. Kalau petugas tidak didampingi tokoh masyarakat setempat masyarakat saya yakin masih mikir-mikir," beber Bupati.

Sekretaris Desa Jenar Lasiman mengajak tokoh masyarakat RT RW untuk divaksin. "Pak Kades perangkat desa sudah divaksin kami harap lansia khususnya bersedia divaksin," kata Lasiman.

Pemkab Sragen juga bakal mensyaratkan semua calon penerima bansos wajib menunjukkan kartu bahwa sudah divaksin. Hal ini menjadi salah satu cara untuk warga utamanya pra lansia dan lansia untuk bersedia divaksin. Mengingat angka kematian tertinggi akibat Covid di atas usia 50 sampai 60 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00