FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Ruang Isolasi Menipis Pasien Covid-19 Dirujuk Rumkitlap, DKK Ajak Masyarakat Hentikan Penularan, Ini Caranya

Komandan Korem 074 Warastratama Surakarta Kolonel Inf Deddy Suryadi saat memberikan keterangan pers di Balaikota Solo.

KBRN, Surakarta: Lonjakan Kasus Covid-19 di berbagai daerah menyebabkan ruang isolasi maupun intensive care unit (ICU) di Kota Solo menipis. Bahkan beberapa pasien Covid-19 tertahan dan tidak bisa masuk rumah sakit rujukan. 

Mereka sebagian dirawat di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) TNI Angkatan Darat (AD) di Benteng Vastenburg. Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Deddy Suryadi mengatakan, pasien tersebut mulai diterima rumkitlap sejak lima hari lalu. Kemudian pada Senin (21/6/2021).

"Kemarin (Selasa 22/6/2021), tercatat ada 12 pasien baru yang masuk sehingga totalnya ada 15 orang," ungkap Danrem Deddy Suryadi kepada wartawan di Balaikota Surakarta, Selasa (22/6/2021).

Pasien tersebut dirujuk pada malam hari, saat petugas Rumkitlap siaga 24 jam di lokasi. Seluruh pasien dalam kondisi baik dan bergejala ringan. Namun, apabila terjadi perburukan, rumkitlap juga sudah dilengkapi ruangan ICU.

"Kelima belas pasien semuanya merupakan warga sipil dan merupakan rujukan dari Puskesmas. Kapasitas ruang perawatan rumkitlap ada 80 tempat tidur ditambah empat kamar ICU. Sampai saat ini ICU masih kosong karena yang dirawat gejalanya ringan,” jelas Danrem

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Siti Wahyuningsih, mengakui tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) bed isolasi Covid-19 di Solo nyaris penuh. BOR-nya mencapai 89 persen dari total kapasitas sebanyak 789 bed. Dari jumlah itu, hanya 17% di antaranya adalah rujukan dari warga Solo. Sisanya, Soloraya dan daerah sekitarnya. 

"Dari 16 RS rujukan, 10 di antaranya sudah penuh dan tidak bisa menerima pasien. Bukannya menolak, tapi memang sudah tidak bisa menerima,” bebernya.

Menghadapi lonjakan kasus DKK sudah mengirimkan permohonan penambahan kapasitas, namun hal itu tak bisa dilakukan secepatnya mengingat kebutuhan ruang dan tenaga. Terlebih, tenaga kesehatan (nakes) di RS-RS tersebut juga melayani vaksinasi Covid-19. 

“Enggak bisa langsung mengubah tempat tidur, begitu. Harus sesuai karena ruang isolasi. Kemudian, tenaganya juga terbagi untuk vaksinasi," ucap Ning.

Ning sapaannya mengatakan kasus terus melonjak. Menurutnya masyarakat yang bisa menghentikan lonjakan kasus ini dengan protokol kesehatan. Pihaknya mengajak warga patuh prokes dimanapun.

"Ayo dong protokol kesehatan ditingkatkan. Artinya terhadap protokol kesehatan Keluar pakai masker tapi di rumah ya pakai masker. Tidak langsung berinteraksi dengan keluarga gak mandi gak cuci tangan dulu," pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00