FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksinasi Covid-19 Sasar Warga 18+, Tahap Awal 11 Ribu Jiwa

Ilustrasi foto, Walikota Gibran Rakabuming memantau percepatan vaksinasi.

KBRN Surakarta: Vaksinasi Covid 19 di Kota Solo terus digeber. Belum selesai menyasar lansia dan pra lansia, Pemkot Surakarta mulai membuka pandaftaran vaksinasi untuk warga umum. 

Pada tahap ini ada 11.000 orang yang menjadi sasaran vaksin di 12 Kelurahan. Meliputi Banjarsari, Joglo, Kadipiro, Banyuanyar, Sumber, Pajang, Danukusuman, Mojo, Semanggi, Sangkrah, Jebres dan Mojosongo. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Siti Wahyuningsih mengatakan, vaksinasi untuk usia 18 tahun ke atas mulai pendataan di kelurahan yang kasusnya dari awal sudah tinggi. Hasil analisa DKK ternyata 12 kelurahan berlokasi di pinggiran atau perbatasan dengan kabupaten. 

"Ini didasari tingginya penularan kawasan pinggiran. Sebenarnya sama saja di tengah (kota) pun tetap bisa. Ini kebetulan saja mungkin daerah padat seperti itu, yang saya pilih ada 12. Saya matur pak wali, itu Banjarsari, Joglo, Kadipiro, Banyuanyar, Sumber, Pajang, Danukusuman, Mojo, Semanggi, Sangkrah tinggi semua."

Ning sapaan akrabnya menyampaikan saat ini tengah pendataan, setelah data masuk penyuntikan vaksin akan dimulai di fasilitas layanan kesehatan.

"Secepatnya, saya bicara vaksin. Makanya, mobil vaksin jalan, puskesmas jalan, RS jalan, tenaga kita dah full jadwal sampai kita minta bantuan tenaga dari institusi pendidikan," ungkap Ning.

Walikota Solo Gibran Rakabuming dikesemapatan yang sama juga menyampaikan vaksin terus dikebut, dengan menyasar kalangan muda usia 18 tahun ke atas. Gibran memastikan tersedia kuota 11 ribu vaksin untuk kalangan tersebut.

"Kami sampaikan, vaksin mau ngebut lagi pendataan warga 18 tahun ke atas teruskan kecamatan 11.000 target pertama, segera, data udah masuk dulu, vaksinnya sudah ada," ujar walikota. 

Menurut Walikota percepatan vaksinasi ini untuk percepatan pemulihan ekonomi dan juga percepatan kekebalan imunitas. 

Vaksinasi warga lansia terus dilaksanakan sampai dengan jemput bola, termasuk pralansia terus digarap sebagai antisipasi warga yang memiliki sakit agak berat, karena tingkat kematian tinggi.

"Masuknya tahap dua, masyarakat umum ke faskes semua jalan. Mobil jalan faskes jalan, semua jalan kebut pokoknya," tandas Gibran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00