Stok Plasma Konvalesen PMI Surakarta Kosong, Antrian Permintaan Membludak

KBRN, Surakarta: Berdasarkan data di PMI Solo, 76 pasien Covid 19 baik dari wilayah Solo Raya maupun luar Solo Raya saat ini sangat membutuhkan plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan mereka, Namun saat ini stok plasma konvalesen di PMI Solo masih kosong.

Kepala Bagian Pengembangan PMI Solo dr.Agni Romadhona Vijayanti Mala saat dikonfirmasi di PMI Solo mengatakan, kosongnya stok plasma konvalesen karena begitu PMI mendapatkan plasma konvalesen langsung didistribusikan kepada pasien Covid yang sudah sangat membutuhkan.

"Sebetulnya kesadaran penyintas untuk mendonorkan plasmanya sudah meningkat cukup baik," ungkapnya kepada RRI, Minggu (13/6/21).

Data di PMI Solo menyebutkan sejak plasma konvalesen dibuat sekitar setahun lalu sudah lebih dari seribu penyintas yang mendonorkan plasmanya. Namun dr.Agni menyebut cukup banyak dari mereka yang gagal di screening pemeriksaan.

”Gagalnya mereka di pemeriksaan biasanya, tapi kalau untuk pendonornya sampai saat ini sih sudah ada seribu lebih sih, sejak pertama kita buat plasma, per harinya sudah ada sekitar 20-an pendonor yang masuk, cuma ya ada yang gagal di pemeriksaan,” paparnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela PMI Kota Surakarta dr.Ahmad Reza Diagitama mengatakan, beberapa faktor menjadi sulitnya mendapatkan plasma konvalesen atau menjadi penyebab kosongnya stok, antara lain, titer antibodi penyintas yang masih belum sesuai dengan standard yang ditentukan.

"Adanya vaksinasi yang membuat penyintas tidak bisa diambil plasmanya atau pun penyintas yang telah memenuhi semua kriteria tetapi mereka masih enggan untuk mendonorkan plasmanya," bebernya.

Untuk terus bisa mendapatkan plasma konvalesen, dr.Reza mengungkapkan, pihaknya setiap hari terus merelease banyaknya daftar antrian plasma konvalesen di Sosmed PMI, dengan harapan semakin banyak orang yang melihat dan berniat melakukan screening.

”Terutama kita juga keluarkan daftar antrian kita setiap hari di Sosmed PMI, di IG di Twitter, dsb kita keluarkan setiap pagi jam 9 biar masyarakat tau bahwa yang antri di PMI masih banyak, harapan kami orang2 yang bisa membaca dan memenuhi syarat untuk donor plasma bisa melakukan screening,” ujarnya. 

Selain itu dijelaskan dr.Reza, pihaknya juga terus melakukan pendekatan kepada setiap instansi pemerintah jika mungkin ada penyintas bisa dibantu untuk kesediaan mereka melakukan screening.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00