FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Belum Kelar Klaster Layatan dan Masjid, Kini Muncul Klaster Tarawih di Sragen

Kades Sambirejo Kecamatan Sambirejo Suparjo saat memberikan keterangan pers.

KBRN,Sragen: Penularan Kasus Corona atau Covid-19 yang bersumber dari klaster tarawih muncul Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Padahal di Sambirejo terdapat Klaster Layatan 38 orang dinyatakan positif Covid-19.

Klaster Tarawih ini berawal dari seorang imam masjid yang terkonfirmasi positif Corona usai mengalami gejala. Hasil tracing sementara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyebutkan, belasan orang yang dinyatakan positif Corona, sementara puluhan lainya isolasi mandiri menunggu hasil swab. 

Kades Sambirejo Suparjo mengatakan, klaster tarawih bermula dari seorang imam W yang melaksanakan Shalat tarawih di masjid luar wilayah kelurahan. Kemudian W malam berikutnya mengimami sahalat tarawih di masjid di wilayah Sambirejo dalam kondisi sudah bergejala. "Setelah dilakukan swab tes ternyata hasilnya positif Covid 19," katanya Kamis (6/5/2021).

Karena yang bersangkutan mengalami gejala akhirnya masuk rumah sakit hari Minggu (2/5/2021). Hasil tracing menyebutkan kedua anak imam masjid tersebut juga positif terpapar Corona, padahal, salah satunya merupakan guru di taman pendidikan Alquran (TPA) di desanya. 

Kemudian jemaah yang sempat kontak pak W tersebut ditracking hasilnya ada 12 orang yang dinyatakan positif. Setelah itu warga yang deket jemaah yang dekat dengan pak Warsito di tracking," beber Kades.

Untuk sementara waktu semua warga tetap di rumah sampai situasi kondusif, sambil menunggu PCR. Semua logistik nantinya yang tanggung jawab Pemerintah Desa Sambirejo. "Nanti pemerintah desa yang tanggung jawab," ujar Parjo.

Dihubungi terpisah, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto membenarkan kasus positif COVID-19 di Desa Sambirejo ini. Pihaknya mengaku sudah melakukan tracing dan serangkaian tes swab kepada warga sekitar. Sehingga dari klaster ini total warga yang positif 12 orang. 

Sementara itu korban klaster layatan (takziah) di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, bertambah. Kepala Desa Jetis, Sumiyarno mengatakan, satu dari 38 warga positif Corona yang saat ini menjalani karantina mandiri, meninggal dunia Rabu pagi kemarin.

"Benar tadi ada satu warga meninggal. Yang bersangkutan merupakan salah satu dari 38 warga yang saat ini menjalani karantina mandiri," ujarnya.

 Sebelum dinyatakan positif Corona, warga tersebut memiliki riwayat penyakit asam lambung. Pihak bidan desa, telah menyarankan yang bersangkutan untuk menjalani karantina di Technopark. "Namun ditolak dan memilih tetap karantina di rumah."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00