FOKUS: #PPKM MIKRO

Kasus Covid-19 dan Angka Kematian di Solo Selama Ramadhan Melonjak, Satgas : Ada Tren Kenaikan

Ilustrasi foto peningkatan Kasus Covid-19 di Solo yang diikuti bertambahnya angka kematian. Dok Istimewa

KBRN Surakarta: Kasus Covid 19 di Kota Solo selama Bulan Ramadhan ini mengalami peningkatan. Setidaknya dalam sepakan ini terjadi lonjakan ratusan kasus. 

Setidaknya dalam sepakan ini terjadi kenaikan kasus 152 orang terpapar Covid-19. Sehingga kasus komulatif mencapai 10.272 per Minggu 18 April 2021. 

Termasuk angka kematian terkonfirmasi Positif Covid-19juga naik. Setidaknya 11 orang meninggal dalam sepekan ini dinyatakan terpapar Covid-19.

Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Surakarta Ahyani mengatakan, kenaikan kasus ini bukan berarti dari aktivitas Ramadhan, karena incubasi belum ada dua pekan. "Naik mulai beberapa hari ini,. Belum dampak Ramadhan dari penularan kan ada masa inkubasi seminggu dua minggu," ungkap Ahyani, seusai Rakor Evaluasi PPKM Mikro di Balaikota Surakarta, Senin (19/4/2021).

Ahyani mengklaim penambahan ini faktor tracing selain itu masyarakat yang meulai abai dengan protokol kesehatan. Menurutnya ada i kecenderungan yang harus diantisipasi supaya tidak nambah lagi.

"Dan upaya pengurangannya. Karena tracing dan mungkin juga tertular dari yang kemarin, kan namanya wabah kayak MLM satu menulari lebih banyak," jelasnya.

Ahyani menyebut dalam beberapa hari terakhir sudah panen penambahan kasus Covid-19, artinya angka yang positif lebih banyak dari yang sembuh. Angka penambahan trennya naik meski tidak begitu besar.

"Sekarang klasternya sudah keluarga. Bisa juga keluarga dalam kota berkunjung ke keluarga yang lain atau berkontak dengan komunitas yang lain. Sekarang interaksinya sudah gak karuan, di jalan, di tempat umum sudah banyak yang abai," bebernya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Surakarta dr Siti Wahyuningsih mengatakan, peningkatan kasus itu dipengaruhi beberapa sebab. Di antaranya prokesnya masyarakat mulai lemah. Selain itu pihaknya mencatat setiap habis libur long weekend selalu terjadi kenaikan kasus.

"Kemarin juga habis libur Jumat, Sabtu, Minggu ya kan, ini yang saya harus hati2 juga. Ini mudik Lebaran ini loh. Kan banyak orang OTG nih sekarang," ungkapnya.

Ning sapaan akrabnya menyayangkan perilaku masyarakat yang abi dengan protokol kesehatan. Bahkan sudah dinyatakan reaktif hasil Tes Antigen pun tidak mau isolasi. Termasuk selama Ramadhan banyak kegiatan yang berpotensi kerumunan. Seperti Buka bersama tidak mematuhi prokes.

"Dan orang itu gini, kalau PCRnya positif baru merasa positif, tapai kalau rapid antigennya positif rumangsane tidak apa-apa. Padahal kalau antigen reaktif otomatis positif," tandasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00