FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksinasi Sragen Terus Dikebut Ramadhan Tak Libur, DKK: Selama Stok Ada Kita Layani

Ilustrasi foto, Petugas vaksinator siap menyuntikkan vaksin kepada lansia.

KBRN,Sragen: Vaksinasi Covid 19 Kabupaten Sragen terus dilakukan meskipun dalam kondisi puasa. Penyuntikan tetap dilakukan selama stok masih tersedia. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota DKK Sragen dr  Hargiyanto mengatakan, upaya memerangi pandemi Covid-19 dengan vaksinasi terus dilakukan. Salah satunya menyasar kelompok lanjut usia (Lansia).

Bagi lansia yang menjalani vaksinasi, disarankan melaksanakan pagi hari untuk mengantisipasi kejadian ikutan pasca imuniasasi. 

”Boleh seperti digelar di pemda ini. Tidak masalah meski untuk lansia. Tapi sebaiknya pelaksanaan dilakukan pada pagi hari. Karena pada pagi hari tidak terlalu lama. Sehingga sekitar pukul 10.00 atau paling lama 10.30 sudah rampung," ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada bulan ramadan ini tetap dilayani di semua fasilitas kesehatan yang sudah ditunjuk, termasuk, di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Pemkab Sragen sebagai faskes tambahan. 

Hargiyanto menyampaikan para peserta banyak yang menjalankan puasa Ramadan, namun fatwa MUI bahwa suntikan vaksin tidak membatalkan puasa. Karena suntikan covid- 19 ini bentuknya intramuskuler. 

Hargiyanto menyampaikan bulan puasa tidak menghalangi kegiatan vaksinasi. Selama vaksin dari pemerintah pusat tersedia, vaksinasi terus dilakukan pada hari kerja. "Selama vaksin tersedia untuk kabupaten Sragen, tim petugas kesehatan selalu siap dan kordinasi,” terangnya.

Sedangkan dr. Sri Subekti selaku petugas vaksinasi covid-19 menambahkan pelaksanaan vaksinasi covid-19 ini akan dilayani setiap jam kerja. Bekti juga menyarankan untuk peserta vaksinasi yang beragama Islam yang menjalankan ibadah puasa untuk berangkat lebih pagi. 

Upaya memerangi Covid 19 tidak saja melalui vaksinasi namun juga pengetatan protkol kesehatan. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminya umat islam yang melaksanakn ibadah di rumah ibadah tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Prokes itu tidak hanya cek suhu dan menggunakan hand sanitizer saja tapi ya pakai masker jaga jarak,” tandasnya.

Perihal pelaksanaan Vaksinasi selama bulan puasan bupati mengatakan tetap mengikuti fatwa MUI, bagi para peserta yang menjalankan puasa Ramadan tidak membatalkan puasanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00