Gegara Miras, Hanya Karena Utang 50 Ribu Pemuda Ini tega Tusuk 4 Korban

KBRN, Sragen: Kasus pelayahgunaan narkoba dan miras di Kabupaten Sragen semakin memperihatinkan. Bahkan seorang pria membabibuta ngamuk dengan menusuk empat orang sekaligus dalam satu tempat. Sementara itu tiga pemuda Sragen juga digulung SatNarkoba Polres Sragen akibat menyalahgunakan narkoba.

Pria yang mengamuk karena pengaruh alkohol ini adalah Agung Sulistyo (30). Warga Nglorog Sragen, ini harus berurusan dengan polisi. Tersangka nekat menusuk empat orang secara membabi buta, hanya karena perkara hutang Rp 50 ribu.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, kasus ini berawal saat tersangka bertemu dengan korban di depan salah satu toserba di Sragen, 24 Februari 2021. Saat itu, tersangka menghampiri korban yang tengah nongkrong bersama tiga temannya.

 Menurut Kapolres, pelaku merangkul korban dan mengajak korban bergeser ke tempat lain untuk menagih hutang Rp 50 ribu.

"Namun tiba-tiba tersangka memukul korban, dan membuat ketiga teman korban berdatangan untuk melerai," katanya saat rilis perkara di Mapolres Sragen, Rabu (3/3/2021).

Tak terima dilerai secara membabi buta tersangka terus mengayunkan pisaunya ke para korban, akibatnya para korban menderita luka sobek di berbagai bagian tubuh.

"Ada yang mengalami luka tusuk di bagian dada, lengan, pipi, telinga. Jadi tersangka membabi buta melaksanakan penganiayaan terhadap empat korban. Kemudian pisau dibuang di sungai," imbuhnya.

Kepada polisi, tersangka nekat melakukan aksinya karena berada tengah dalam pengaruh minuman keras. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 351 ayat 1 dan 4 KUHP tentang penganiayaan.

Sedangkan tiga pemuda juga diamankan Satnarkoba Polres Sragen karena menjadi bandar Pil Koplo, Tambakau gorila dan juga sabu-sabu. Mereka adalah IBN dengan jual beli tembakau gorila, yang kedua BAS, 900 butir obat trihexyphenidyl dan 100 butir tramadol serta, HJ alias RZ, barang bukti sabu dengan 0,38 gram.

Kapolres Ardi juga membeberkan modus mereka melakukan jual beli barang haram dengan berbagai modus operandi. Bahkan untuk pil koplo transaksi mereka tertutup di taman makam pahlawan Manding Sragen.

"Ini akan kita kembangkan lebih lanjut, karena yang bersangkutan juga sudah mengenal." ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00