FOKUS: #PPKM MIKRO

12 Kali Sukses Gondol Motor, Pencuri Ini Tertangkap Diangka Keramat

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat mengkonfirmasi modus pencurian kendaraan bermotor kepada tersangka di Mapolres Sragen.

KBRN, Sragen: Pencuri kendaraan motor spesialis kunci tertinggal Wahyu Hasbullah (WH ) 22 tahun sukses menggondol sepeda motor milik korban. Dia akhirnya tertangkap setelah melakukan pencurian di angka keramat 13.

Pria kelahiran Japah Blora itu tertangkap saat mencuri sepeda motor Honda Beat di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen awal bulan lu. Warga Malang ini merupakan pencuri lintas provinsi yakni di 12 lokasi berbeda di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, tersangka memang pencuri motor spesialis kunci tertinggal. Dimana pelaku mengambil motor korban yang terparkir di garasi rumahnya. Ardi mengatakan tertangkap saat aksinya yang ke 13 di Dukuh Grasak Desa Gondang Kecamatan Gondang Sragen. 

"Pada saat kejadian korban sedang melaksanakan salat berjamaah di musala yang berjarak sekitar lima meter dari rumahnya. Situasi ini dimanfaatkan tersangka untuk mengambil motor," kata Kapolres saat menggelar rilis kasus di Mapolres Sragen, Rabu (03/3/2021).

Usai mendapat laporan dari korban, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka. Tersangka tertangkap dalam pelariannya di Malang, awal Februari 2021. Usai ditangkap, terungkap bahwa tersangka merupakan pencuri motor spesialis kunci tertinggal. 

"Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, ternyata motor tersebut dibiarkan dalam keadaan kunci menggantung. Pengakuan tersangka sudah mencuri di 12 lokasi, di antaranya Blora, Rembang, Bojonegoro, Ngawi. Di TKP ke-13 ini dia baru tertangkap," jelasnya.

Ardi melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres yang menjadi lokasi WH mencuri untuk mengembangkan kasus ini. Ardi berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam memarkir kendaraannya agar tidak mengundang tindak kejahatan. "Kami mengimbau masyarakat lebih waspada," imbuhnya.

Sementara itu WH mengaku motor yang ia curi dijual kembali untuk biaya hidup. Rata-rata motor curian itu dijual dengan harga Rp 2-5 juta. "Motor dijual di Malang. Honda beat dijual Rp 4 juta," tutur WH saat diinterogasi Kapolres.

Tersangka saat ini mendekam di tahanan Mapolres Sragen. Pelaku menjerat tersangka dengan pasal 363 ayat 1 tentang pencurian dengan ancaman hukumannya lima tahun penjara. Dia mengaku kapok setelah tertangkap. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00