Gunakan Cover Note Palsu Untuk Kredit Bank Senilai 800 Juta, Seorang Karyawan Notaris Di Bekuk Polisi

Pers rilis kasus penipuan di karanganyar

KBRN, Karanganyar: Satreskrim Polres Karanganyar berhasil membekuk seorang pegawai kantor notaris berinisial VA di wilayah hukum polres Karanganyar, lantaran diduga telah melakukan penipuan dengan modus pemalsuan surat berharga Cover Note.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satria Wicaksono menjelaskan, penangkapan tersangka itu, dilakukan setelah adanya laporan dari salah seorang notaris berinisial TA, yang merasa dirugikan karena telah dipalsukan tanda tangannya dalam sebuah Cover Note untuk kepentingan pribadi tersangka.

"Jadi yang melaporkan tersangka atas nama VA ini notaris berinisial TA, karena tersangka melakukan pemalsuan tanda tangan disebuah Cover Note," ungkap AKP Tegas dalam pers rilis di kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (2/3/21).

AKP Tegar mengungkapkan, Kronologi kasus tersebut berawal saat, tersangka memanfaatkan sebuah Cover Note bertanda tangan palsu atas nama notaris TA, kepada 3 bank di Karanganyar untuk mengambil pinjaman uang.

Covernote palsu itu, diajukan sebagai pengganti jaminan sertifikat tanah oleh tersangka dengan dalih dalam proses balik nama.

"Jadi dia punya sertifikat, diagunkan, ketika sudah cair di ambil agunannya, diganti dengan Cover Note, kemudian diagunkan lagi ke bank lain, diambil lagi, diagunkan ke bank lain lagi," terangnya.

Kemudian, salah seorang direktur bank tempat tersangka mengajukan pinjaman, merasa curiga terhadap Cover Note tersebut, pasalnya, setelah habis jangka waktu Cover Note, namun tersangka tidak kunjung menukarkan dengan sertifikat tanah asli. 

"Seorang direktur bank milik pemerintah di Karanganyar, mencoba konfirmasi ke seorang notaris atas nama TA, menanyakan terkait agunan, yang di jaminkan di bank A tersebut. Setelah dikonfirmasi, notaris kaget, karena dia tidak pernah menandatangani sebuah Cover Note yang digunakan untuk baliknama ke BPN," jelasnya. Kasatreskrim mengungkapkan, dari hasil mengelabui 3 bank tersebut, tersangka VA berhasil menerima pinjaman bank sekitar 800 juta rupiah.

"Tersangka sudah melakukan aksinya di 3 bank, dengan total kerugian sekitar 800 juta," ungkapnya.

AKP Tegar mengatakan, dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa, 3 lembar surat covernote yg diduga palsu dan 1 laptop.

Menurut Kasatreskrim, penggunaan Cover Note sebagai tindak kejahatan tersebut merupakan modus baru, maka dihimbau bagi para pihak perbankan, untuk lebih berhati-hati saat menerima Cover Note sebagai pengganti agunan kredit.

"Jadi kami juga menghimbau, pada rekan-rekan perbankkan, apabila salah satu staf sebuah notaris, atau lainnya, mengambil sebuah Cover Note, untuk alasan baliknama dan sebagainya, tolong di cek ulang, karena dengan modus ini, termasuk modus baru untuk melakukan kejahatan penipuan," ungkapnya.

Sementara itu, tersangka FA mengaku, uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk membuka usaha di wilayah Sukoharjo.

"Saya gunakan untuk membuka usaha, saya juga nyicil angsuran, tapi berhenti sejak dilaporkan," katanya.

Adapun akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan surat, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00