Kasus Asabri, Kejagung Telusuri 14 Bidang Tanah Aset SW di Klaten

KBRN, Klaten : Kejaksaan Agung Republik Indonesia menelusuri aset mantan Direktur Utama Asabri Soni Wijaya di Klaten. Diwilayah  ini terdapat 14 bidang tanah yang tersebar di sejumlah Kecamatan dengan nilai milyaran rupiah. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Klaten Ginanjar Damar Pamenang membenarkan informasi itu. Tim dari Kejaksaan Agung itu ingin menelusuri aset dari Soni Wijaya yang ada di wilayah Klaten. 

"Hari Rabu (24/2/2021) ada tim dari Kejagung Tim Satgassus dari Gedung Bundar Jampidsus ke Klaten untuk menelusuri aset Soni Wijaya yang tersebar diwilayah Klaten. Sementara asetnya yang sudah di data berupa tanah sekitar 14 bidang tanah," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Klaten Ginanjar Damar Pamenang kepada wartawan  Jumat (26/2/2021).

Kedatangan dari tim Kejagung tersebut sifatnya melakukan inventaris dan belum melangkah ke penyitaan. Tugas Kejaksaan Negeri Klaten hanya memfasilitasi dan tindakan hukum ada di Kejaksaan Agung.

"14 bidang itu tersebar di sekitar enam Kecamatan antara lain Karangdowo, Tulung, Polan, Ceper dan Cawas. Ada sawah dan bangunan juga. Milyaran rupiah," tandas Ginanjar. 

Secara terpisah Kepala Desa Plosowangi Cawas Klaten Surip Harso Wiyono kepada wartawan melalui telepon mengungkapkan di wilayahnya ada sebidang tanah  milik  Soni tersebut. Luasnya lebih dari  seribu 800 meter persegi. 

"Kemarin itu ada yang telepon masalah sabin ( sawah) blok H M1084 terus untuk  ngirimkan foto sawah. Itu  masalah  pak soni masalah yang korupsi itu.Sawah seluas 1.815. Nilai sekitar 300 juta, " katanya. 

Saat Soni membeli sawah tersebut  lima tahun silam harganya masih  sekitar 125 juta  rupiah. 

" Kini digarap oleh  mantan Carik setempat  yang tidak lain adalah mertua dari Soni Wijaya,". Kata kepala desa Plosowangi Surip Harso. (Adam Sutanto/Widha)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00