Diduga Gelapkan Uang Klien Senilai 26 Juta, DAW Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

KBRN, Karanganyar: Satreskrim Polres Karanganyar berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dengan cara mengaku sebagai pengacara.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, mengatakan Pelaku berinisial DAW ditangkap setelah diduga melakukan penipuan terhadap salah satu pengusaha peternak babi hingga mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah.

"Kami telah mengamankan seseorang yang diduga telah melakukan penipuan terhadap seorang kliennya, berupa pengurusan izin kandang babi," jelas Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, saat pers rilis di Kantor satreskrim polres Karanganyar, Jumat (22/1/2021).

Dikatakan AKP tegar, Kasus tersebut bermula ketika korban  HL (56), warga Kecamatan Banjarsari Solo, meminta pelaku berinisial DAW (51), warga Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, untuk mengurus perizinan pembangunan kandang babi.

Kemudian, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan nilai 26 juta rupiah, namun setelah beberapa waktu ternyata uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh pelaku, lantaran merasa ditipu dan tidak terdapat itikad baik oleh pelaku, akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke polres Karanganyar.

"Untuk klien sudah menyerahkan uang Rp 26 juta, tapi tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Atau dengan  dengan kata lain telah digelapkan pelaku," imbuh Tegar.

Lanjut AKP Tegar, berdasarkan hasil penyelidikan, status pengacara yang selama ini digunakan pelaku ternyata tidak memiliki keabsaan yang jelas, setelah adanya surat keputusan dari dewan pimpinan daerah kongres advokat indonesia (KAI).

"Pelaku disini disinyalir merupakan seorang pengacara, tapi setelah kita cek keabsahannya, yang bersangkutan bukan seorang pengacara dibuktikan dengan adanya surat keputusan dari KAI, menyatakan bahwa pelaku bukan merupakan anggota Advokat," terangnya.

Dikatakan Kasatreskrim, Pelaku juga disinyalir memiliki 2 identitas yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya, 2 identitas tersebut atas nama DAW dan BBH.

"Kita sinyalir pelaku ini punya 2 identitas, atas nama DAW ini tidak tercatat dalam data dispendukcapil, sedangkan satunya lagi BBH," jelasnya.

Tak hanya itu, Lanjut AKP Tegar, untuk memuluskan aksinya, pelaku juga pernah mengaku dengan berbagai profesi seperti hakim Tipikor, mantan Walikota Mataram dan pengacara DPP salah satu partai besar.

"Setelah kami lakukan penyelidikan lebih dalam, bahwa memang benar sudah banyak perbuatan yang dilakukan pelaku diantaranya pernah mengaku, jadi hakim Tipikor, mantan Walikota Mataram dan pengacara DPP PDIP, sehingga ketika kita mintai keterangan hampir semua pejabat kenal, tapi dalam kenyataan semua itu palsu," ungkapnya.

Sementara itu, DAW mengaku baru pertama kali melakukan aksinya. Sedangkan terkait kasus dugaan penipuan yang lain, masih dalam proses negosiasi dan konfirmasi untuk diselesaikan. “ Baru sekali ini. Kalau yang lain, masih proses negosiasi penyelesaian,” katanya

Adapun, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal pasal 378 dan 372 KUHP tentang tindak penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00