Beri Iming-Iming Uang 1 Juta, Buruh Asal Sukoharjo Cabuli Anak 12 Tahun

KBRN, Karanganyar: Satreskrim polres Karanganyar berhasil membekuk pelaku pencabulan berinisial A, warga Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo usai mencabuli anak usia 12 tahun.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono menjelaskan Penangkapan pelaku dilakukan pada tanggal 12 Januari 2020 lalu setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian tersebut berawal saat pelaku meminta tolong kepada seorang Saksi berinisial A W, untuk menawarkan ajakan pelaku untuk berhubungan intim dengan imbalan sejumlah uang kepada korban. Lalu, Saksi A W menawarkan imbalan 1 juta rupiah kepada korban bila bersedia berhubungan intim dengan pelaku.

"Karena korban juga butuh uang, akhirnya menyetujui tawaran itu. lalu pelaku mengajak korban ke sebuah hotel di Tawangmangu untuk berhubungan layaknya suami istri," jelas AKP Tegar Kepada wartawan saat pers rilis di Kantor Polres Karanganyar, Selasa, (19/1/21).

Setelah usai dari Tawangmangu, pelaku berboncengan dengan korban untuk kembali kerumah, namun pada saat di tengah perjalanan, pelaku malah kembali membawa korban ke sebuah hotel di Jaten Karanganyar untuk kembali berhubungan layaknya suami istri kepada korban.

"Jadi, pelaku itu melakukan perbutan itu, Dua kali di kawasan tawangmangu dan jaten," katanya.

Setelah itu, korban dipulangkan pelaku kerumah tanpa memberikan uang 1 juta yang sudah dijanjikan dengan kondisi linglung. hal itu menimbulkan kecurigaan orang tua korban hingga akhirnya A Z menceritakan semua kejadian yang dialami, kemudian melapor ke polres karanganyar.

"Kami mendapat informasi dri ortu korban yg merasa anaknya sdh disetubuhi pelaku dgn inisial A," bebernya.

Sementara itu, Pelaku A mengaku melakukan hal tersebut hanya untuk memuaskan nafsu birahinya kepada A Z. Sedangkan, uang imbalan 1 juta yang dijanjikan kepada korban tidak diberikan lantaran jumlahnya kurang.

"Cuman untuk mencari kepuasan, uangnya belum dikasih karena kurang, saya janjikan 1 juta," ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal Tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU 17/2016 tentang Penetapan Perpu 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda lima miliar rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00