Melanggar K3, Pembuang Bangkai Babi Di Jatinom Klaten Didenda Tiga Juta Rupiah

KBRN,Klaten: Pengadilan Negeri (PN) Klaten memvonis pembuang bangkai babi di aliran sungai Tibayan Jatinom yakni AW, dengan hukuman kurungan satu bulan atau denda senilai Rp3 juta. AW yang juga peternak Babi di jatinom Klaten, dinilai telah terbukti bersalah melanggar Perda No. 12/2003 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

"Tersangka pembuang bangkai babi sudah kami lengkapi  pemberkasan,dan sudah mengajukan permohonan sidang di PN Klaten dan sidang dilaksankan pada hari kamis kemarin (7/1/2021). Dengan putusan itu, denda sebesar tiga juta rupiah dan atau kurungan kalau tidak bisa membayar satu bulan," ungkap Kepolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kasatreskrim AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan kepada wartawan, Rabu (13/1/2021) di Mapolres Klaten.

Oleh karenanya, AKP Andriyansyah menghimbau kepada masyarakat, apabila menemukan  bangkai atau hewan ternak lainnya, silahkan melapor ke Polres Klaten. Kepada para pelaku ternak  jika mengalami musibah adanya ternak yang mati, untuk menghindari membuang di sungai.

"Jangan  membuang bangkai apapun di aliran sungai yang dapat mengganggu orang dan mencemari lingkungan,"tandasnya.

Sedangkan, Sekretarsi Sekolah Sungai Kabupaen Klaten Arif memberikan apresiasi dan mendukung penuh  terhadap kepolisian yang akhirnya dapat mengungkap pembuang bangkai babi  itu. Dengan adanya putusan pengdilan itu, diharapkan ada efek jera bagi para pelaku pembuang bangkai termasuk bangkai babi.

"Kami komunitas dan relawan sekolah sungai, mendukung penuh upaya dari penegak hukum polres klaten, yang akhirnya penyidikan-penyidikan dan mengarah kepada tindak tipiring menggunakan perda pada kasus pembuangan bangkai babi,"kata Arif.

Namun demikian dirinya merasa kecewa, terkait pasal yang disangkakan terhadap  pelaku. Menurut Arif hendaknya pelaku di dikenakan dengan undang-undang lingkungan hidup.

"Dengan adanya kasus itu nantinya adanya satgas  bersama penaganan limbah dan sampah di sungai," tandasnya. adam sutanto/AD

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00