Polres Klaten Tangkap Pembuang Bangkai Babi Di Jatinom Klaten

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andiyansyah Rthas Hasibuan

KBRN,Klaten: Kepolisian Polres Klaten akhirnya dapat mengungkap orang yang diduga sebagai pembuang bangkai babi diwilayah Jatinom.Terduga seorang peternak babi berinisial AW. 

"Untuk yang diduga sendiri kami sudah melakukan klasifikasi yang inisialnya AW. Untuk sementara beliau mengakui terkait perbuatannya tersebut, "ungkap Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Reskrim AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Motif yang bersangkutan membuang bangkai disungai lantaran kebingungan karena banyak ternak babinya yang mati. Dari sebelas yang  mati, delapan ekor sudah dikubur dan  tiga lainnya dibuang di Sungai di Jatinom. 

"Sebelas ekor babi mati, delapan di kubur tiga dibuang di Sungai diwilayah Jatinom," imbuhnya. 

Terduga dapat dijerat dengan Undang -undang Lingkungan Hidup nomor 33 tahun 2009 dengan ancaman tiga bulan penjara dan  denda paling besar satu milyar rupiah atau Perda nomor 12 tahun 2013 tentang membuang bangkai di aliran sungai dengan ancaman tiga bulan penjara dan denda 50 juta rupiah. 

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten Widiyati kepada wartawan selesai menghadiri rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Klaten antara lain  mengatakan, kasus kematian babi diwilayah ini sudah terjadi pada bulan November 2020. Berdasarkan kondisi itu  Balai Besar Veterineer Yogyakarta  bersama Dinas Pertanian melakukan investigas di peternakan babi di Jogonalan dan Pedan. 

"Dari investgasi  itu kemudian dilakukan swab. Sekitar tanggal 24 Desember 2020 dapat diketahui di Jogonalan itu positif ASV atau flu babi afrika yang sampai saat ini belum ada obatnya. 

Widyati merasa bersukur kasus itu tidak menular kepada manusia. Pencegahannya dibatasi keluar masuk manusia di peternakan itu dan tidak membeli anak babi dari  wilayah wabah.

"Kita sudah telusuri babi yang mati itu dikubur.Jumlahnya banyak," tambah Widyati. Adam sutanto

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00