Ungkap 6 Kasus Perjudian Dalam 1 Bulan, Polres Karanganyar Berhasil Amankan 13 Pelaku

KBRN, Karanganyar: 6 kasus perjudian yang dilakukan di wilayah hukum Polres Karanganyar berhasil diungkap Satreskrim Polres Karanganyar dalam kurun waktu 1 bulan terakhir.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satria mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan, dari 6 kasus tersebut berhasil diamankan 13 pelaku dengan peran sebagai pemain dan bandar. Rata-rata, kasus judi yang berhasil diungkap yakni judi qiu-qiu, capjikia, dan domino dengan modus bermain secara langsung dan ditambang.

"Dalam sebulan kita berhasil ungkap 6 kasus perjudian, dengan jumlah pelaku 13 orang, mereka rata-rata usia 30 keatas," ungkap AKP Tegar saat pers rilis di kantor Satreskrim Karanganyar, Senin (30/11/20).

Sementara, lanjut AKP Tegar, barang bukti yang berhasil di sita berupa alat permainan judi seperti kartu domino, paito, serta barang rekapan dan uang total hasil perjudian sebanyak 4 juta rupiah.

"Barang buktinya ada, alat yang digunakan untuk judi, kartu domino, paito, rekapan, alas duduk, dan handphone," ungkapnya.

AKP Tegar menambahkan pengungkapan 6 kasus itu dari hasil laporan masyarakat yang mulai resah dengan kasus perjudian di wilayah karanganyar, mengingat kasus perjudian saat ini mulai semakin marak bahkan cenderung terang-terangan, padahal, sekecil apapun kasus perjudian dapat terjerat hukum pidana.

"Kami rilis ini karena maraknya kasus judi yang dilakukan terang-teranganan. Ini kami dapat dari informasi masyarakat, lalu ditindak lanjuti oleh beberapa polsek, seperti polsek Mojogedang, dan Tasikmadu," ungkapnya.

Maka, lanjut AKP Tegar menghimbau agar masyarakat menjauhi perjudian, serta sigap melaporkan bila menemui kasus perjudian di wilayah masing-masing tanpa harus melakukan main hakim sendiri.

"Kami menghimbau masyarakat agar tidak bermain-main dengan judi, karena dapat terjerat pidana, dan jika menemukan kasus perjudian di sekitar rumah, tolong infokan ke kami, jangan main hakim sendiri, jangan sweeping sendiri, karena itu tidak dibenarkan oleh hukum," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku perjudian berinisial W mengaku bermain judi capjikia hanya iseng-iseng bersama dengan 4 teman lainnya. Perbuatan itu dilakukan untuk mengisi kekosongan waktu luang usai bekerja sebagai pekerja proyekk.

"Itu saya cuman iseng-iseng saja sama temen saya ber 4, main capjikia, belum lama main baru 1 bulan, biasanya itu habis pulang kerja dari proyek, pas malam hari," bebernya.

Adapun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka di jerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00