419 Ribu Batang Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Bea Cukai Surakarta Selama Tahun 2020

KBRN, Karanganyar: Sebanyak 419 ribu batang rokok ilegal sudah berhasil diamankan Kantor Bea Cukai Surakarta dari hasil penindakan tindak pidana rokok ilegal jenis SKM.

Hal tersebut disampaikan Pemeriksa Ahli Pertama bea cukai Surakarta Muzakkar, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi pengguna cukai rokok DBHCHT di Sakurahills Tawangmangu Karanganyar, Rabu (25/11/20).

Dikatakan Muzakkar, 419 batang rokok sitaan itu berasal dari 39 surat penindakan di 7 kota diantaranya Klaten, Sragen, Boyolali, Wonogiri dan Karanganyar.

"Data penindakan kasus di tahun 2020 sejauh ini, ada beberapa kabupaten yang sudah kita lakukan penindakan, seperti klaten, Sragen, Boyolali, Wonogiri dan Karanganyar, dengan total jumah 39 surat bukti penindakan, total 419 ribu batang rokok ilegal," jelasnya.

Lanjut Muzakkar, kasus rokok ilegal terbesar yg berhasil dibongkar bea  cukai surakarta selama tahun 2020 terjadi di kota klaten dan boyolali dengan melibatkan 4 tersangka yang berhasil diamankan dari kasus tersebut.

"Jadi tersangkanya ada 4 orang saat itu, yang pertama itu mengikuti Sales yang kedapatan membawa 3 ball rokok ilegal kemudian kita kembangkan dan ditemukan sales sekaligus distributor," ungkapnya.

Dari tangan para tersangka itu, lanjut Muzakkar, berhasil diamankan 290 ribu batang rokok atau setara dengan 58 ball rokok dari berbagi jenis merk seperti SMD, Mild Hijau, hingga Hitman.

"Total barang bukti ada 58 ball, perkiraan nilai baranga saat itu sebesar 244 juta rupiah, potensi kerugian negara dari cukainya itu 209 juta, pajak rokok 10 juataan, PPN 22 jutaan, jadi secara keseluruhan potensi kerugian negara ada 140 jutaan rupiah," jelasnya,

Muzakkar menambahkan para tersangka tindak pidana rokok ilegal telah dijerat hukuman 1 tahun penjara dengan subsider 1 sampai 2 bulan sesuai dengan jumlah barang.

"Dari 4 orang tersangka sudah dikenakan hukuman penjara 1 tahun dengan subsider tambahan 1 sampai 2 bulan penjara sesuai jumlah barang," bebernya.

Lebih lanjut, Muzakar mengatakan wilayah-wilayah rawan yang menjadi perhatian bea cukai yakni wilayah perbatasan seperti wonogiri, boyolali. Hal itu disebabkan kawasan tersebut sulit dijangkau tim pengawasan Bea Cukai, sehingga menjadi target pemasaran para pelaku rokok ilegal.

"Wilayah rawan itu memang daerah perbatasan seperti Wonogiri, Boyolali, itu karena jangkauan tim yang sulit melakukan pengawasan, kita gunakan mobil saja belum tentu bisa, jadi itu target para pelaku," ungkapnya.

Sementara itu, kepala satpol PP Karanganyar Yoppy eko jati wibowo mengatakan, penindakan rokok ilegal di karanganyar baru terselenggara 1 kali, hal itu akibat terkendala minimnya anggaran setelah terdampak refocusing.

"Kemarin kan anggaran kami untuk operasi ditarik karena covid, ya refocusing itu," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal melalui anggota satpol PP yang ditempatkan di 17 kecamatan.

"Kita kan punya anggota di 17 wilayah di kecamatan, meski anggaran tidak ada, tapi mereka terus memantau, kalau ada temuan pasti melapor, lalu langsung kita lempar ke Cukai," jelasnya.

Disisi lain, lanjut yoppy penyelenggaraan sosialisasi pengguna cukai rokok DBHCHT ini juga untuk memperkuat pemahaman anggota satpol PP serta sejumlah pedagang rokok di karanganyar terkait cukai rokok.

"Ini kita undang anggota kami, tokoh masyarakat serta para pedagang, harapan kami dapat meminimalisir penyebaran rokok ilegal di karanganyar," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00