8 Tersangka Jalani Rekonstruksi Kasus Intoleran Solo, 77 Adegan Diperagakan

Polresta Surakarta dan Kejaksaan Negeri Surakarta menggelar rekonstruksi peristiwa pengrusakan dan penganiayaan di Mertodranan Kecamatan Pasarkliwon Solo.
Polresta Surakarta dan Kejaksaan Negeri Surakarta menggelar rekonstruksi peristiwa pengrusakan dan penganiayaan di Mertodranan Kecamatan Pasarkliwon Solo.

KBRN, Surakarta: Polresta dan Kejaksaan Negeri hari ini Kamis (17/9/2020) menggelar rekonstruksi peristiwa pengrusakan dan penganiayaan di wilayah Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo. Rekonstruksi dilakukan setelah kepolisian menangkap delapan tersangka.

Delapan tersangka juga dihadirkan dalam rekonstruksi yang berlangsung di depan rumah tempat kejadian perkara (TKP). Kampung Mertodranan Jalan Cempaka Pasar Kliwon Solo. 

Pantauan RRI di lokasi, rekonstruksi dimulai pukul 09.20 WIB. Rekonstruksi baru selesai sekita pukul 10.45 WIB. 

Kegiatan mendapatkan pengamanan ketat dari jajaran Sat Sabhara Polresta Surakarta. Ada 77 adegan yang diperagakan oleh para tersangka. 

Rekonstruksi diawali dari koordinasi beberapa orang termasuk tersangka di sebuah masjid. Mereka curiga ada kegiatan yang bersebrangan di TKP.

Dari koordinasi kemudian menyebar informasi ke media sosial WhatsApp group. Sekelompok orang kemudian berdatangan di jalan Cempaka Pasar Kliwon. 

Selepas shalat Magrib, kondisi memanas. Digambarkan dalam adegan rekonstruksi ada beberapa orang ingin masuk ke kediaman Habib Umar Assegaf yang tengah menggelar Midodareni, (acara doa bersama sebelum pernikahan berlangsung). 

Pada adegan 60 sampai terakhir tergambar massa melakukan perusakan sejumlah kendaraan yang mencoba keluar dari kediaman Habib Umar. Tiga orang mengalami luka luka atas kejadian ini. 

Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Purbo Adjar Waskito mengatakan bersama Kejaksaan Negeri melakukan rekonstruksi kejadian Mertodranan bulan Agustus lalu. Dalam rekonstruksi ini memperagakan 77 adegan.

"Total tersangka yang dihadirkan ada 8 orang. Jadi rekonstruksi tadi menggambarkan dari hasil pemeriksaan yang ada," jelas Kasatreskrim seusai memimpin rekonstruksi.

Saat rekonstruksi juga ada adegan yang disangkal oleh tersangka. Diantaranya pengrusakan kendaraan. Kasatreskrim Purbo mengakui penyangkalan tersebut. Dia menyebutkan sanggahan itu adalah hak.

"Jadi tersangka itu punya hak menyampaikan apa yang sudah dia lakukan. Tapi disini kita bicara saksi. Saksi-saksi lain menyampaikan dan tadi sudah diperankan," bebernya. 

Sementara itu kuasa hukum para tersangka Much Aminnudin yang turut menyaksikan rekonstruksi mengatakan, rekonstruksi ini kewenangan penuh penyidik. Kendatipun ada beberapa yang disanggah. 

"Memang ada yang disanggah dan diakui penyelenggara (Reskrim). Nanti hak-hak itu kita selaku penasehat hukum kita akan kukuhkan di pengadilan terhadap hak-hak yang terjadi. Kalau proses rekonstruksi kita kan tidak bisa mengajukan keberatan," jelas Much Aminnudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00