Empat Pelaku Intoleran Kasus Mertodranan Pasar Kliwon Tersangka, Polisi Buru Pelaku Lainnya

Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan Pers di Mako2 Polresta Surakarta

KBRN, Surakarta : Pelaku pengeroyokan, pengrusakan dan penganiayaan di Kampung Mertodranan Pasar Kliwon Solo pada Sabtu 8 Agustus malam sudah diamankan, mereka  masing-masing  inisial BD, MM, MS, ML dan RN. Dari 5 pelaku Intoleran tersebut, 4 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka sedangkan yang satu masih pendalaman, ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi dalam keterangan Pers di Mako2 Polresta Surakarta Selasa (11/8/2020) sore.

Aparat juga menyita barang bukti seperti kayu, batu, sepeda motor dan mobil. Para Pelaku akan diancam pidana KUHP  pasal 160, 335 dan 170 tentang pengeroyokan, pengrusakan dan penganiayaan. “Dari para pelaku sudah kita tingkatkan menjadi tersangka 4 orang dan 1 orang kita masih dalami. Kemudian para pelaku ini akan kita ancam dengan pasal `160, 335 dan 170 tentang tindak pidana yang dilakukan”, jelasnya.

Irjen Polisi Ahmad Luthfi mengatakan, masih banyak Pelaku yang belum menyerahkan diri, maka Polda Jawa Tengah didukung Tim dari Direktorat Pidana Umum Mabes Polri tetap melakukan pengejaran terhadap Pelaku-Pelaku Intoleran, pihaknya sudah mengantongi nama-nama mereka.

Kapolda Ahmad Luthfi dalam kesempatan itu menginstruksikan kepada seluruh Kapolres di Jawa Tengah, agar kelompok intoleran di wilayah Jawa Tengah apalagi di Solo tidak memiliki kesempatan untuk, melakukan aksi intoleran. Kapolda juga menghimbau para Pelaku agar menyerahkan diri.                                 

“Kita sudah mengantongi nama-nama para pelaku, yang akan kita lakukan pengejaran kepada kelompok intoleran. Dan saya Kapolda Jawa Tengah sudah saya perintahkan kepada seluruh Kapolres, tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di wilayah Jawa Tengah apalagi di Solo, " tegasnya. Sementara Masyarakat diminta tetap tenang dan diharapkan tidak perlu takut, untuk melaporkan ke Polisi, apabila  menjumpai kelompok-kelompok pelaku intoleran melakukan aksinya. (Desk : Dyah Supana)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00