Bos Investasi Semut Rangrang Ditahan, Istri Sebut Tak Ikut Campur

KBRN,Sragen: Bisnis investasi yang diduga abal-abal berkedok budidaya semut rangrang yang dijalankan CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen diduga menjadi modus penipuan. Sugiyono (55) Bos CV Mitra Sukses Bersama sekaligus pengelola investasi tersebut kini mendekam di Mapolda Jateng.

Mantan Kades Taraman itu ditahan sejak Senin 3 Agustus 2020 lalu. Infomarsi yang dihimpun RRI menyebutkan, Sugiyono digelandang ke Mapolda untuk mempertanggungjawabkan bisnis dengan mitra ribuan orang itu.  

"Sudah dibawa ke Polda kok seminggu lalu. Tapi ini kelihatanya pulang karena adiknya barusan meninggal," katasalah seorang warga Desa Taraman Hardiman, Selasa (11/8/2020).

Dia mengatakan, Sugiyono memang benar dijemput polisi dari Polda Jawa Tengah. Hardiman mengaku juga menjadi korban investasi yang dikelola Sugiyono tersebut dengan nilai Rp 100 juta pada 2018 lalu. Menurutnya sebagian besar Warga Taraman mengikuti investasi budi daya semut rangrang tersebut, namun sampai kini belum ada hasil.

"Banyak ya sini, adik saya itu juga ikut, dia tanggal 16 ini jatah dapat pengangsuran. Tapi ini belum tahu nanti  kalau tidak ya kami akan menekan salesnya dulu," ujarnya.

Terpisah istri Sugiyono Ny Nur saat dijumpai di rumahnya Dukuh Kroya, Desa Taraman Kecamatan Sidoharjo Sragen mengakui suaminya berada di Mapolda. Tetapi dia menampik kabar bahwa suaminya dijemput paksa polisi.

"Yang tahu saya istrinya dia datang ke sana tidak dijemput. Intinya bapak tidak dijemput dari rumah titik," tandasnya.

Nur menjelaskan, suaminya pergi ke Polda 10 hari lalu diantar sopirnya. Suaminya langsung menjalani penyidikan. Sementara sopirnya kembali pulang ke Sragen. "Surat penahanan itu barus sampai saya empat hari setelah penahanan," ujarnya.

Sementara itu masalah bisnis MSB investasi semut rangrang, Nur mengaku tidak tahu menahu. Ia seoalah menutupi kegiatan bisnis suaminya.

"Masalah MSB Istri tidak pernah ikut campur, karena saya tidak memperbolehkan ikut campur, jadi cuma bapak yang tahu, istri tidak pernah tahu dan tidak boleh tahu. Saya hanya menerima pemberian suami dan ngurus anak saja," kilahnya.

Sementara itu Sugiyono memberikan keterangan kepada media soal bisnisnya itu pada Juni 2019 lalu. Ia menyatakan bahwa seluruh mitranya mencapai 6000 orang. Mereka tersebar di Sragen, Solo Raya, Jawa Timur gingga Jogja.

Ia menyebut perputaran uang pada bisnisnya itu mencapai Rp 7 trilyun. Saat itu juga membeberkan akan membayar semua bagi hasil kepada mitra-mitranya secara bertahap.

Sementara itu pantauan RRI, gudang atau tempat budidaya semut rangrang yang dikelola CV Mitra Sukses Bersama di Dukuh Kroya Desa Taraman sepi. Gedung yang tidak jauh dari rumah Sugiyono itu juga tidak ada yang menunggu. Warga sekitar menyebut budidaya semut rangrang itu sudah berhenti lama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00