Polisi Gagalkan Rencana Peredaran Setengah Miliar Uang Palsu di Klaten, Diproduksi dari Salatiga

Kapolres Klaten menunjukkan uang palsu siap edar.

KBRN,Klaten: Polres Klaten berhasil mengungkap ratusan juta uang palsu siap edar di wilayah Kabupaten Klaten. Polisi juga berhasil mengamankan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Masing-masing N (45) asal Labuan Kabupaten Pandeglang, TH (52) asal Muaro Bungo Jambi dan AH (50) warga Cisaat Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan uang palsu yang berhasil disita tersebut diproduksi di wilayah Salatiga dengan nilai hampir setengah miliar. Ketiga tersangka tersebut merupakan sindikat yang sudah beberapa kali melakukan pemalsuan uang.

"Nilai uang palsu Rp 465.700.000. Mereka merupakan sindikat yang melakukan aksi yang sama baik di Bandung dan Semarang," ungkap Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu kepada wartawan, Senin (29/6/2020) di Mapolres Klaten. 

Terungkapnya kasus tersebut berkat laporan dari masyarakat  tentang akan adanya transaksi uang palsu itu di wilayah Gedaren Jatinom Klaten pada 25 Juni 2020. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menangkap N dengan barang bukti lebih dari 1.700 lembar uang palsu.

"Setelah dikembangkan uang palsu tersebut dicetak di sebuah rumah kontrakan di wilayah Desa Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Uang palsu tersebut akan diedarkan kepada masyarakat umum. Setiap pembelian Rp 1 juta  akan mendapatkan Rp 3 juta uang palsu," tandasnya. 

Sedangkan Kepala Unit Pengelolaan uang rupiah Bank Indonesia Solo Purwanto dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian Polres Klaten yang berhasil mengungkap peredaran uang palsu itu. Kasus ini merupakan yang pertama kali yang berhasil diungkap di wilayah Solo Raya tahun 2020.

"Kami jajaran Bank Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap terhadap jajaran Kepolisian Polres Klaten atas keberhasilan ini," Kata Purwanto.

Oleh karenanya BI menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika akan melakukan transaksi. 

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Ardyansyah Retas Hasibuan mengungkapkan para tersangka diancam dengan pasal 36 jo pasal 26 undang-undang nomor 7 tahun 2011  tentang mata uang dengan hukuman paling lama sepuluh tahun penjara atau denda paling banyak Rp 10 Miliar. Adam Sutanto 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00