Dua Asimilasi Lapas Klaten Berulah Lagi

Kasi Binadik Lapas Klaten Roni Asworo, saat memberikan keterangan pers

KBRN, Klaten: Prograam asimilasi yang dilakukan pemerintah terhadap para warga binaan hingga kini masih berjalan dan peraturan Menkum dan Ham nomor 10 tahun 2020 belum dicabut. Data terakhir jumlah warga binaan yang mendapatkan asimilasi sejak 1 April hingga 9 Mei  2020 sebanyak 92 orang.

"Program asimiliasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 terhadap warga binaan. Mengingat dilapas Klaten tidak memungkinkan untuk dilakukan physical distancing karena kelebihan kapasitas," ungkap Kasi Binadik Lapas Klaten Roni Asworo kepada RRI Sabtu (9/5/2020).

Diakui walaupun sudah terkurangi 92 warga binaan melalui program asisimilasi namun dalam kenyataannya jumlah warga binaan sekarang masih melebihi kapasitas. Yakni 260 orang dari jumlah ideal 140 orang. Kemungkinan jumlah asimilasi itu masih bertambah karena peraturan Menkum HAM belum dicabut.

"Kemungkinan masih bertambah karena aturannya belum dicabut," ungkapnya. 

Lebih lanjut dikatakan Roni yang dimaksud asimilasi adalah mereka untuk menjalani isolasi di rumah atau melakukan kegiatan di rumah karena sudah dibuktikan dengan membuat surat pernyataan. Pengawasan terhadap mereka yang mendapatkan asimilasi dilakukan oleh Bapas dan berkorodinasi dengan Polres, Pemerintah Daerah dan Kodim.

"Dari 92 yang asimilasi dari Lapas Klaten ada dua orang yang mencoba melakukan tindak kejahatan kembali yakni berasal dari Sragen dan Semarang," tambahnya. Adam Sutanto

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00