Tertangkap Nyabu, Dua Oknum TNI Bertugas di Sukoharjo Dipecat

KBRN,Surakarta : Dua oknum TNI yang bertugas di wilayah Sukoharjo terlibat kasus narkoba sebagai pemakai pada Senin 27 April 2020.

Keduanya terancam sanksi indisipliner dan terancam dipecat.

Komandan Detasemen Polisi Militer (DANDENPOM) IV Surakarta Letkol CPM Gunawan Setiadi mengungkap, kedua TNI tersebut inisial MK 50 tahun berpangkat Peltu dan inisial M 43 tahun berpangkat Kopka. 

Komandan Denpom menjelaskan, pihaknya menerima limpahan kasus 2 anggota TNI yang terlibat narkoba. Penangkapan dilakukan tim dari Denpom IV Ska mengingat ke dua oknum TNI itu diadili di Pengadilan Militer.

“Awal mula kasus ini saat ada anggota yang di tes urin di salah satu satuan, hasilnya  positif yakni oknum  inisial MK. Sehingga diserahkan kepada kami dan menjadi target penangkapan dan setelah dilakukan pemeriksaan, MK mengaku mendapatkan barang dari warga sipil Widodo alias Yudas sebagai pengedar," bebernya di Denpom Surakarta, Kamis (30/4/2020).

Dari pengembangannya diperoleh 1 nama lagi oknum TNI inisial M sbg pembeli atau pengguna. Sehingga dilakukan pengejaran terhadap M namun ditemukan di rumah Pengedar Yudas. Kedua Oknum TNI kini dalam tahanan Denpom Surakarta.  

Infromasi dari pengedar Widodo alias Yudas, barang haram itu diperoleh dari napi yang masih mendekam di Lapas Nusakambangan Jawa Tengah.

Komandan Denpom Letkol CPM Gunawan Setiadi menegaskan, ke 2 oknum TNI inisial MK dan inisial M akan dipecat dari kesatuannya.

“Di TNI tidak ada toleransi bahkan tidak mengenal rehabilitas pecandu narkoba, ditambah mereka menggunakan sabu dalam situasi pandemi covid 19, otomatis dipecat," ujarnya.

Sementara ketika oknum M digeledah ditemukan barang bukti 1 paket Narkoba dalam saku jaket pakaian dinas TNI. Oknum TNI inisial MK mempunyai seorang istri dan 4 anak sedangkan inisial M memiliki 2 anak.

Sementara barang bukti tersangka pengedar sabu widodo alias yudas warga sipil sebanyak 10 gram namun menjadi wewenang Polres Sukoharjo.  (Rosy)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00