Polres Sukoharjo Berhasil Bongkar Kasus Pencurian Dengan Laporan Palsu

KBRN Sukoharjo: Tim SatReskrim Polres Sukoharjo bersama Polsek Grogol mengamankan sepasang suami istri yang diduga membuat laporan palsu tentang pencurian dengan pemberatan (Curat).

Laporan palsu tersebut sempat menjadi viral di media sosial mengenai kasus pencurian di Dukuh Nglawu Desa Telukan, kecamatan Grogol Sukoharjo.

Dalam info yang beredar di medsos pada 28 April tersebut telah terjadi kasus pencurian dimana korban kebobolan dan menderita kerugian Rp80 juta.

Pasutri tersebut berinisial SR (43) dan AE (34) warga Nglawu RT 1/2 Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, awalnya mengaku rumah mereka disantroni pencuri dan kehilangan uang sebesar Rp 80 juta.

Berdasarkan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan klarifikasi korban pasutri, petugas menyimpulkan tidak terjadi tindak pidana pencurian.

"Awalnya mereka melaporkan kasus pencurian pada 28 April 2020 di Polsek Grogol, lalu kita melakukan penyelidikan. Nampak ada sejumlah kejanggalan, hasilnya pasutri tersebut mengaku kalau peristiwa pencurian tersebut hanya rekayasa," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, pada  wartawan di Mapolres Sukoharjo, Rabu (29/04/2020).

Hasil penyelidikan di lapangan, polisi justru menemukan kejanggalan. Setelah diinterogasi penyidik, akhirnya pelaku mengaku telah membuat laporan palsu, modusnya sebagai korban curat.

Sejatinya, uang Rp 80 juta yang dilaporkan hilang dicuri tersebut merupakan uang kas kampung yang akan dibagikan pada lebaran nanti tapi sudah habis untuk biaya hidup sehari-hari.

"Pasutri ini merancang skenario seolah-olah uangnya dicuri. Laporan palsu dibuat karena terinspirasi maraknya berita tentang pencurian akhir- akhir ini," imbuh Kapolres yang didmini Kasat Reskrim AKP Nanung Nugroho.

Lantaran cerita bohongnya terbongkar, kini pasutri tersebut berbalik jadi tersangka, dengan ancaman jerat Pasal 220 KUH Pidana tentang memberi keterangan palsu dengan ancaman  penjara maksimal tujuh tahun.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuat laporan palsu hanya untuk menghilangkan tanggung jawab atas masalah yang dihadapi karena akan merugikan diri sendiri," pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00